BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Warta Bumi

Khofifah Canangkan Gerakan Sekolah Bebas Sampah Plastik di Jawa Timur

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Inisiatif untuk Sekolah Bebas Plastik

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencanangkan gerakan yang mendorong penghapusan sampah plastik di lingkungan sekolah se-Jawa Timur. Langkah ini ditujukan untuk mengubah kebiasaan pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan dengan fokus pada pengurangan penggunaan produk plastik sekali pakai.

Ruang Lingkup dan Sasaran

Program tersebut menyasar seluruh jenjang pendidikan di provinsi, dari sekolah dasar hingga sekolah menengah. Gagasan besar di balik gerakan ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih dan sehat dengan mengurangi aliran sampah plastik yang biasanya dihasilkan dari kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti kantin, kegiatan ekstrakurikuler, dan kemasan jajanan.

Peran Sekolah dan Pemangku Kepentingan

Dalam pelaksanaannya, gerakan ini diharapkan melibatkan berbagai pihak yang terkait, termasuk pihak sekolah, tenaga pendidik, siswa, orang tua, serta dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Kolaborasi antar pemangku kepentingan dianggap penting agar perubahan kebiasaan terhadap penggunaan plastik dapat terjadi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Langkah-langkah yang Dapat Dilakukan

Beberapa langkah yang biasanya dikaitkan dengan upaya mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah meliputi pembatasan penggunaan produk plastik sekali pakai, penerapan alternatif ramah lingkungan untuk kemasan dan alat makan, serta peningkatan kegiatan pendidikan lingkungan hidup untuk menanamkan kesadaran terhadap isu sampah sejak dini. Selain itu, penguatan sistem pengelolaan sampah di sekolah juga menjadi bagian penting agar sampah yang tersisa dapat ditangani dengan lebih baik.

Manfaat Lingkungan dan Pendidikan

Gerakan bebas sampah plastik di sekolah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pengurangan sampah dapat menjadi bagian dari pembelajaran karakter dan tanggung jawab lingkungan. Upaya ini juga berpotensi mengurangi beban pembuangan sampah plastik di fasilitas pengelolaan sampah di tingkat lokal.

Penguatan Kebijakan Lokal

Pelaksanaan gerakan ini membutuhkan dukungan kebijakan dari tingkat sekolah hingga pemerintah daerah. Dukungan tersebut dapat berupa pedoman pelaksanaan, program pembinaan, serta koordinasi antar lembaga untuk memastikan langkah-langkah praktis dapat diterapkan secara konsisten. Partisipasi komunitas sekolah dan publik akan menjadi penentu keberlanjutan inisiatif ini.

Menuju Sekolah yang Lebih Berkelanjutan

Pencanangan gerakan bebas sampah plastik oleh gubernur menjadi sinyal penting bahwa isu pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan mendapat perhatian di tingkat provinsi. Keberhasilan program akan sangat bergantung pada komitmen, implementasi, dan keterlibatan aktif semua pihak di lingkungan pendidikan di Jawa Timur.

Gambar terkait:

Gubernur Khofifah Canangkan Gerakan Sekolah Bebas Sampah Plastik

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia

26 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

26 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin di Mayoritas Kota Besar

23 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

IPB: Limbah Kelapa Sawit Berpeluang Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

22 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi