Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik Afghanistan Dilaporkan Melancarkan Operasi Baru Terhadap Pangkalan Militer Pakistan Pemprov Jabar Pastikan Ruas Jalan Provinsi Bebas Lubang Saat Mudik Lebaran 2026 AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera

Lifestyle

Kiat Praktis Meningkatkan Asupan Zat Besi dalam Pola Makan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kiat Praktis Meningkatkan Asupan Zat Besi dalam Pola Makan

Zat besi adalah nutrisi esensial yang berperan penting dalam pengangkutan oksigen, produksi energi, dan menjaga fungsi tubuh secara umum. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi daya tahan dan kondisi kesehatan, sehingga memperhatikan asupan harian menjadi langkah penting. Berikut panduan praktis untuk menambah zat besi lewat pola makan.

Pilih sumber zat besi yang tepat

Sumber hewani umumnya menyediakan zat besi yang lebih mudah diserap tubuh. Daging merah, hati, dan produk hewani lain termasuk sumber zat besi yang tinggi. Sementara itu, berbagai bahan nabati seperti kacang-kacangan, lentil, bayam, dan sayuran hijau gelap juga mengandung zat besi, meski jenisnya berbeda dan penyerapan oleh tubuhnya bisa lebih lambat.

Padukan dengan makanan yang memperkuat penyerapan

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi, khususnya dari sumber nabati. Mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan buah atau sayuran yang mengandung vitamin C—seperti jeruk, tomat, atau paprika—dapat meningkatkan efisiensi penyerapan. Menyusun menu sedemikian rupa dapat membuat asupan zat besi lebih optimal tanpa harus menambah porsi makanan sumber zat besi secara berlebihan.

Perhatikan kebiasaan makan yang dapat menghambat penyerapan

Beberapa minuman dan bahan makanan tertentu diketahui dapat mengurangi penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan kaya besi. Sebaiknya hindari minum teh dan kopi tepat saat makan besar, serta memperhatikan konsumsi suplemen kalsium atau produk susu pada waktu yang berbeda dari sumber zat besi utama.

Gunakan teknik memasak yang membantu

Cara memasak juga dapat memengaruhi kandungan dan ketersediaan zat besi dalam makanan. Mengolah bahan makanan dengan beberapa metode sederhana dan mengombinasikannya dengan sumber vitamin C akan membantu memastikan nutrisi terserap lebih baik. Untuk mereka yang rutin memasak di rumah, penyesuaian kecil pada resep atau metode penyajian bisa memberikan manfaat nyata pada tingkat asupan zat besi.

Sesuaikan dengan kebutuhan kelompok tertentu

Beberapa kelompok, seperti wanita usia subur, ibu hamil, dan anak-anak, memiliki kebutuhan zat besi yang lebih tinggi. Bagi mereka, menata pola makan dengan memasukkan sumber-sumber zat besi secara konsisten menjadi hal penting. Jika diperlukan, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan apakah perlu penyesuaian lebih lanjut atau penggunaan suplemen.

Praktik sederhana untuk rutinitas sehari-hari

Mulai dari menambahkan porsi kacang-kacangan ke dalam salad, mengombinasikan sayuran hijau dengan sumber vitamin C, hingga memilih ikan atau daging tanpa lemak beberapa kali seminggu, semua langkah kecil ini dapat meningkatkan asupan zat besi secara signifikan. Konsistensi dalam memilih makanan bergizi dan mempraktikkan kebiasaan makan yang menunjang penyerapan menjadi kunci untuk menjaga status zat besi yang sehat.

Dengan pendekatan makan yang sadar dan pilihan makanan yang tepat, peningkatan asupan zat besi bisa dilakukan secara alami dan aman tanpa perubahan drastis pada gaya hidup. Untuk kondisi khusus atau keluhan terkait kesehatan, pemeriksaan dan saran dari profesional medis tetap dianjurkan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia

28 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Keberagaman Hidangan Berbuka: Menyambut Kemenangan Ramadhan Lewat Sepiring Makanan

25 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Bergaul dengan Orang ‘Toxic’ Dapat Mempercepat Proses Penuaan, Kata Studi Psikologi

24 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Kolak: Takjil Manis yang Selalu Menemani Buka Puasa di Ramadhan

22 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Memahami Karakter Tahun Kuda Api: Semangat Optimisme dan Keberanian

13 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Lifestyle