Gustavo Almeida Antar Persija Raih Kemenangan 1-0 atas Bali United di Kandang Polres Garut Terapkan Sistem Satu Arah untuk Mengurai Kemacetan di Jalur Garut–Bandung Dejan Antonic: Agresivitas Barisan Belakang Arema Jadi Kendala Bagi Penyerang Semen Padang Bayern Konfirmasi Manuel Neuer Alami Robek Serat Otot, Absen Diperkirakan Tiga Pekan Bank Saqu Luncurkan Sunrise Society Vol.4 “The Circle” untuk Menarik Nasabah Generasi Produktif TNI Selesaikan Pembangunan Jembatan Armco di Angkola Sangkunur, Pulihkan Akses Warga

Humaniora

Kirab Budaya Grebeg Sudiro di Pasar Gede Solo: Wajah Akulturasi Jawa–Tionghoa

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kirab Budaya Grebeg Sudiro tampil sebagai peristiwa budaya yang merefleksikan percampuran tradisi Jawa dan Tionghoa di Kota Solo. Kegiatan ini berlangsung di kawasan sekitar Pasar Gede, dan memperlihatkan bagaimana dua warisan budaya yang berbeda dapat saling berinteraksi dalam sebuah kerangka kebersamaan dan penghormatan terhadap akar budaya masing-masing.

Simbol akulturasi

Nama acara itu sendiri menjadi simbol penting dari proses akulturasi. Melalui kirab budaya, unsur-unsur budaya Jawa dan Tionghoa ditampilkan berdampingan, menggambarkan hubungan historis serta dinamika sosial yang telah terjalin antar komunitas. Perayaan semacam ini menegaskan bahwa identitas budaya bukanlah sesuatu yang statis, melainkan hasil interaksi dan saling mempengaruhi antar kelompok masyarakat.

Ragam partisipan dan makna kolektif

Sejumlah peserta mengikuti kirab dan menjadikannya momen kolektif untuk merayakan keberagaman lokal. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan publik seperti ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga hubungan antarkomunitas serta meneruskan nilai-nilai tradisional kepada generasi berikutnya. Kirab tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga media penguatan solidaritas sosial dan identitas bersama.

Ruang publik sebagai panggung budaya

Kawasan Pasar Gede dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan, memberi dimensi ruang publik yang penting bagi interaksi budaya. Pasar sebagai titik pertemuan masyarakat menyajikan latar yang relevan untuk menampilkan ragam warisan budaya, dan menjadi tempat di mana nilai-nilai lokal dapat dipertunjukkan sekaligus diakses oleh berbagai kalangan.

Pentingnya pelestarian dan penghormatan

Kirab Budaya seperti Grebeg Sudiro memiliki peran dalam upaya pelestarian tradisi. Dengan menghadirkan unsur-unsur budaya di ruang terbuka, acara ini membantu menjaga keterhubungan antara masyarakat dan warisan budaya mereka. Selain itu, pertunjukan bersama antartradisi memupuk rasa saling menghormati antar komunitas yang berbeda latar belakang.

Secara umum, kegiatan ini mencerminkan dinamika budaya di Solo yang kaya dan beragam. Kirab Budaya Grebeg Sudiro menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kemajemukan dapat diartikulasikan dalam bentuk perayaan bersama, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga dialog antarbudaya demi kelestarian dan keharmonisan sosial.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Tapanuli Selatan Gelar Munggahan Menyambut Ramadhan Pasca-Bencana, Baznas Salurkan 10 Sapi

15 Februari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

Undana dan Saint Louis College Filipina Jalin Kolaborasi Riset Mobilitas Akademik Antarnegara

15 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Aerial Lion Dance Memukau di Danau Senayan: Warna dan Gerak Mengisi Perayaan Imlek 2577 Kongzili

14 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Menteri Arifah Kecam Keras Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan di Boyolali

14 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Bank Artha Graha dan Artha Graha Peduli Gulirkan Baksos di Sejumlah Wihara Jakarta Barat

14 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora