Kishore Mahbubani: APEC di Shenzhen sebagai Inspirasi Pembangunan Dunia
Shenzhen baru saja menjadi tuan rumah pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Pakar kebijakan internasional Kishore Mahbubani menilai acara tersebut tidak sekadar forum kebijakan regional, melainkan juga sumber inspirasi bagi upaya pembangunan di tingkat global.
Dalam pandangannya, pertemuan semacam APEC yang digelar di kota besar dapat memperlihatkan contoh-contoh praktik pembangunan, serta menegaskan pentingnya kerja sama antarnegara dalam menghadapi tantangan bersama. Mahbubani menyoroti bagaimana forum itu dapat menjadi platform berbagi pengalaman yang relevan bagi berbagai negara dengan tingkat pembangunan berbeda.
Menurut Mahbubani, nilai utama pertemuan internasional seperti APEC adalah kemampuan untuk memicu dialog konstruktif tentang strategi pembangunan. Forum semacam ini memungkinkan para pemimpin dan pembuat kebijakan bertukar pandangan mengenai prioritas pembangunan, tantangan ekonomi, dan pendekatan kebijakan yang efektif, sehingga menawarkan wawasan yang bisa diadaptasi oleh negara lain sesuai konteks masing-masing.
Mahbubani juga melihat peran kota tuan rumah sebagai bagian dari pesan yang dikirim oleh forum. Penyelenggaraan di pusat perkotaan yang dinamis memberi ilustrasi nyata tentang transformasi ekonomi dan sosial yang mungkin dicapai melalui kebijakan yang tepat, inovasi, serta kerja sama lintas sektor. Bagi Mahbubani, pengalaman kota tuan rumah dapat mengilhami pemikiran baru tentang bagaimana mempercepat pembangunan dengan tetap memperhatikan inklusivitas dan keberlanjutan.
Lebih jauh, pertemuan internasional seperti APEC menurutnya berfungsi sebagai panggung untuk memperkuat jaringan kerja sama antarnegara. Hubungan yang terjalin di forum semacam itu tidak hanya berisi pernyataan bersama, tetapi juga membuka peluang dialog lebih lanjut, proyek kolaboratif, dan pertukaran pengetahuan operasional yang konkret. Interaksi seperti ini dapat membantu mengidentifikasi solusi bersama terhadap isu-isu transnasional yang memengaruhi upaya pembangunan.
Mahbubani menekankan bahwa inspirasi yang muncul dari pertemuan bukan hanya soal ide-ide besar, melainkan juga praktik-praktik dan model yang dapat diadopsi atau disesuaikan dengan kondisi lokal. Dengan kata lain, nilai sebuah forum internasional terletak pada kemampuannya untuk menghubungkan pengalaman praktis dengan kebutuhan kebijakan di berbagai belahan dunia.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa manfaat maksimum dari pertemuan semacam ini diperoleh bila peserta benar-benar berkomitmen untuk menindaklanjuti diskusi menjadi kebijakan dan kerja nyata. Inspirasi tanpa aksi akan sulit menghasilkan perubahan yang berarti. Oleh karena itu, penting bagi para pihak untuk menerjemahkan ide dan rekomendasi hasil pertemuan menjadi rencana yang jelas serta langkah implementasi di tingkat nasional dan subnasional.
Secara keseluruhan, pandangan Mahbubani menempatkan pertemuan APEC di Shenzhen dalam perspektif yang lebih luas: sebagai kesempatan untuk belajar, berjejaring, dan mencari pendekatan pragmatis yang dapat mempercepat pembangunan. Forum ini, menurutnya, dapat berfungsi sebagai sumber inspirasi yang mendorong kolaborasi internasional demi tujuan pembangunan bersama.
Foto: ANTARA News






