Perkiraan Produksi Abu FABA dari PLTU pada 2025
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat perkiraan produksi abu Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk tahun 2025 berada pada kisaran antara 12,6 juta ton hingga 25,2 juta ton. Angka ini menunjukkan besarnya volume residu yang dihasilkan oleh sektor pembangkitan listrik pada periode yang diperkirakan.
FABA merupakan singkatan dari Fly Ash dan Bottom Ash, dua bentuk abu yang timbul sebagai produk samping proses pembakaran di PLTU. Kedua jenis abu ini umumnya dikumpulkan dan dikelompokkan sebagai material residu pembakaran.
Perkiraan rentang produksi yang disampaikan KLH menegaskan adanya variasi dalam jumlah abu yang mungkin dihasilkan, tergantung pada sejumlah faktor operasional dan teknis di PLTU. Rentang estimasi ini menggambarkan skala potensi keluaran material tersebut pada tahun 2025.
Data yang dicatat oleh KLH menjadi indikator penting bagi pemangku kepentingan untuk memahami besaran arus residu dari aktivitas pembangkitan listrik. Informasi semacam ini biasanya digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan limbah, perencanaan fasilitas penyimpanan, dan pemantauan lingkungan pada tingkat nasional maupun regional.
Pentingnya angka perkiraan produksi abu FABA ini juga terletak pada kebutuhan untuk menyusun langkah-langkah yang sesuai dalam penanganan bahan sisa pembakaran. Besarnya volume yang diproyeksikan menuntut perhatian soal bagaimana residu tersebut akan dicatat, disimpan, dan diproses agar tidak menimbulkan dampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
Sumber informasi terkait estimasi produksi FABA ini dilaporkan oleh Antara dan merujuk pada data yang dihimpun oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Gambaran kuantitatif dari KLH memberikan dasar awal bagi dialog antarinstansi serta pihak terkait untuk merencanakan tindakan yang diperlukan sehubungan dengan pengelolaan abu PLTU.
Dengan adanya estimasi ini, perhatian terhadap alur penanganan FABA, termasuk pencatatan, penyimpanan, dan kebijakan pengelolaan, menjadi bagian dari pembahasan yang relevan bagi pembuat kebijakan serta pelaku sektor energi. Catatan jumlah produksi yang signifikan pada 2025 menjadi titik acuan untuk langkah-langkah yang akan ditempuh ke depan.
Foto ilustrasi terkait PLTU dan aktivitas pembangkitan listrik tersedia sebagai pelengkap pemberitaan.
Foto: ANTARA News






