Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Politik

Legislator Minta Evaluasi Sistem Perbukuan untuk Pastikan Harga Terjangkau

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Anggota DPR Dorong Kajian Sistem Perbukuan

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyerukan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perbukuan nasional. Tujuannya adalah memastikan harga buku tetap terjangkau bagi masyarakat luas sehingga akses terhadap buku dan bahan bacaan tidak terbatas pada kelompok tertentu saja.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya tinjauan kebijakan terkait perbukuan sebagai upaya untuk meringankan beban biaya pendidikan dan memperluas akses literasi. Dengan harga buku yang lebih ekonomis, diharapkan lebih banyak masyarakat — khususnya pelajar dan keluarga berpenghasilan rendah — bisa memperoleh bacaan yang dibutuhkan.

Alasan Evaluasi

Evaluasi terhadap sistem perbukuan dinilai perlu untuk mengidentifikasi hambatan yang menyebabkan harga buku menjadi tinggi. Meski detail langkah yang diminta belum dipaparkan secara rinci, inisiatif ini mencerminkan keprihatinan terhadap keterjangkauan produk perbukuan sebagai salah satu komponen penting dalam ekosistem pendidikan dan budaya literasi.

Pentingnya ketersediaan buku dengan harga terjangkau tidak hanya berdampak pada capaian pendidikan, tetapi juga berimplikasi pada pemerataan kesempatan belajar di berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, peninjauan sistem dianggap sebagai upaya preventif agar masalah harga tidak menjadi penghalang utama bagi pemenuhan kebutuhan pendidikan.

Aspek yang Dapat Menjadi Fokus Kajian

Dalam konteks evaluasi sistem perbukuan, terdapat beberapa aspek yang dapat menjadi fokus kajian tanpa mengurangi ruang lingkup kebijakan yang berlaku. Antara lain, mekanisme rantai pasok dan distribusi, struktur biaya produksi dan pencetakan, serta regulasi yang mengatur produksi dan pemasaran buku. Selain itu, pendekatan digitalisasi dan model pengerjaan bersama antara pihak-pihak terkait juga bisa dipertimbangkan untuk menurunkan biaya.

Pengkajian yang komprehensif diupayakan dapat memberikan gambaran jelas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi harga akhir buku di pasaran. Dari sana, kebijakan yang lebih tepat sasaran dapat dirancang untuk memperbaiki efisiensi dan menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas isi buku.

Harapan untuk Langkah Selanjutnya

Upaya evaluasi diharapkan diikuti oleh dialog yang melibatkan berbagai pihak terkait. Sinergi antara pembuat kebijakan, penerbit, percetakan, dan pihak distribusi dinilai penting agar rekomendasi yang lahir dari kajian dapat dilaksanakan secara efektif. Selain itu, pemantauan implementasi kebijakan juga diperlukan agar tujuan penurunan harga buku betul-betul dapat tercapai dan dirasakan oleh masyarakat.

Inisiatif untuk mengevaluasi sistem perbukuan ini mencerminkan perhatian legislator terhadap isu keterjangkauan akses pendidikan. Langkah konkret dan tindak lanjut yang jelas akan menjadi penentu seberapa cepat dampak positif dapat dirasakan, terutama oleh pelajar dan keluarga yang paling membutuhkan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPK Sarankan Pembentukan Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai Politik

25 April 2026 - 12:04 WIB

ANTARA News

Purbaya: Kebijakan WFH Telah Diputuskan dan Akan Segera Diumumkan

25 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Fadli Zon: Tradisi Silaturahmi Idulfitri Sebagai Momentum Penguat Harmoni Sosial

22 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Puan: Pertemuan Susulan dengan Presiden Insyaallah Dilaksanakan Secepatnya

21 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Serahkan Paket Sembako kepada Penyintas Bencana usai Salat Id di Aceh

21 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Politik