Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik Afghanistan Dilaporkan Melancarkan Operasi Baru Terhadap Pangkalan Militer Pakistan Pemprov Jabar Pastikan Ruas Jalan Provinsi Bebas Lubang Saat Mudik Lebaran 2026 AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera

Lifestyle

Lima Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Tiroid

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Ringkasan
Kesehatan tiroid dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk beberapa kebiasaan sehari-hari. Aktivitas dan pola hidup yang tidak terkontrol bisa mengacaukan keseimbangan hormon dan berdampak pada kerja kelenjar tiroid. Berikut adalah lima kelompok kebiasaan yang sering dikaitkan dengan gangguan fungsi tiroid dan penjelasan singkat tentang bagaimana kebiasaan tersebut berpengaruh.

1. Pola makan yang tidak seimbang

Pilihan makanan yang kurang bervariasi atau kekurangan nutrisi penting dapat memengaruhi produksi hormon. Konsumsi kalori yang sangat rendah atau pola diet ekstrem juga berpotensi mengubah keseimbangan hormon tubuh. Memperhatikan makanan yang masuk dan menjaga kecukupan nutrisi merupakan bagian dari langkah preventif untuk mendukung fungsi tiroid.

2. Konsumsi zat tertentu secara berlebihan atau tidak terkontrol

Beberapa jenis makanan atau zat yang dikonsumsi secara berlebihan berpotensi mengganggu proses metabolik dan hormonal. Penggunaan suplemen, minuman berkafein, atau bahan lain tanpa pengawasan dapat memberi dampak pada regulasi hormon. Penting untuk memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsi serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan saat perlu.

3. Stres dan pola hidup yang menekan tubuh

Tekanan psikologis berkepanjangan, kurang tidur, dan ritme hidup yang tidak stabil dapat memengaruhi sistem hormonal secara keseluruhan. Kondisi stres yang berlangsung lama kerap berhubungan dengan perubahan pada respons endokrin tubuh. Mengelola stres melalui teknik relaksasi, tidur cukup, dan rutinitas sehat bisa membantu menjaga keseimbangan hormon.

4. Kebiasaan merokok dan paparan zat berbahaya

Merokok dan terpapar bahan kimia tertentu dalam jangka panjang berpotensi memberikan beban tambahan pada sistem tubuh yang mengatur hormon. Mengurangi paparan terhadap zat berbahaya dan mempertimbangkan berhenti merokok adalah langkah yang kerap dianjurkan untuk kesehatan umum, termasuk kondisi yang berhubungan dengan hormon.

5. Penggunaan obat atau suplemen tanpa pengawasan medis

Mengonsumsi obat atau suplemen secara mandiri, terutama bila dalam jangka panjang, dapat mengubah keseimbangan hormon. Interaksi obat dan suplemen dengan sistem endokrin perlu mendapat perhatian dari tenaga medis. Selalu konsultasikan kepada dokter atau apoteker sebelum memulai atau menghentikan pengobatan atau suplemen.

Penutup

Secara umum, kebiasaan sehari-hari memegang peran dalam menjaga atau mengganggu keseimbangan hormon, termasuk di antaranya fungsi tiroid. Mengidentifikasi dan memperbaiki pola hidup yang kurang sehat merupakan langkah awal yang penting. Jika ada kekhawatiran terkait fungsi tiroid atau gejala terkait hormon, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional medis untuk pemeriksaan dan rekomendasi yang tepat.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia

28 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Keberagaman Hidangan Berbuka: Menyambut Kemenangan Ramadhan Lewat Sepiring Makanan

25 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Bergaul dengan Orang ‘Toxic’ Dapat Mempercepat Proses Penuaan, Kata Studi Psikologi

24 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Kolak: Takjil Manis yang Selalu Menemani Buka Puasa di Ramadhan

22 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Memahami Karakter Tahun Kuda Api: Semangat Optimisme dan Keberanian

13 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Lifestyle