Masa Tanggap Darurat di Agam Diperpanjang
Pihak berwenang setempat memperpanjang masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Agam hingga 5 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul banjir bandang yang terjadi sekitar tiga pekan lalu dan menyebabkan material bebatuan menutupi permukiman di beberapa titik, termasuk di Nagari Sungai Batang.
Gambaran dampak
Foto udara menunjukkan tumpukan material bebatuan yang menutupi kawasan hunian, memperlihatkan besarnya dampak yang harus ditangani oleh warga dan petugas. Kondisi ini menjadi salah satu alasan perpanjangan masa tanggap darurat agar proses penanganan darurat dan pemulihan wilayah dapat berjalan lebih tersistem.
Tujuan perpanjangan
Perpanjangan status tanggap darurat dimaksudkan untuk memberi waktu tambahan bagi pelaksanaan tugas-tugas prioritas seperti penilaian kerusakan, penanganan lokasi terdampak, serta koordinasi bantuan. Dengan status darurat yang masih berlaku, sumber daya dan mekanisme penanggulangan bencana diharapkan tetap bisa difokuskan pada daerah yang paling terdampak.
Fokus di kawasan terdampak
Salah satu kawasan yang tergambar jelas dalam dokumentasi udara adalah Nagari Sungai Batang, di mana material bebatuan menutupi permukiman warga. Kondisi ini menuntut perhatian pada aspek keselamatan, akses bagi evakuasi dan distribusi bantuan, serta penilaian risiko lanjutan terhadap kemungkinan ancaman susulan.
Dokumentasi dan pemantauan
Pengambilan foto udara memberikan gambaran visual yang membantu dalam merencanakan upaya pembersihan dan pemulihan. Dokumentasi semacam ini berguna untuk menentukan prioritas area dan memetakan titik yang membutuhkan intervensi segera.
Kondisi masyarakat
Masyarakat di daerah terdampak tetap menjadi fokus penanganan, baik dari segi keselamatan maupun pemenuhan kebutuhan dasar. Perpanjangan masa tanggap darurat memberi ruang bagi pihak berwenang untuk mengoordinasikan bantuan dan menata proses pemulihan agar berjalan lebih terarah.
Langkah selanjutnya
Dengan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 5 Januari 2026, pihak terkait diharapkan melanjutkan pemantauan kondisi lapangan, mempercepat proses pembersihan material, dan menyusun langkah-langkah pemulihan jangka menengah hingga jangka panjang sesuai kebutuhan daerah terdampak.
Foto udara: material bebatuan menutupi kawasan permukiman akibat banjir bandang tiga pekan lalu di Nagari Sungai Batang. (Warta Bumi)
Foto: ANTARA News






