BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Humaniora

Menag: Tasawuf sebagai Kunci Menjaga Masa Depan Bumi

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tasawuf merupakan kunci keselamatan bagi masa depan bumi di tengah kondisi kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini. Pernyataan itu menempatkan dimensi spiritual dan nilai-nilai tasawuf sebagai bagian penting dari respons terhadap masalah lingkungan.

Tasawuf dan Tantangan Lingkungan

Dalam pandangan yang disampaikan oleh Nasaruddin Umar, tasawuf memiliki peran sentral untuk menata kembali hubungan manusia dengan alam. Ia menekankan bahwa pendekatan spiritual dapat memberikan landasan etis dan moral yang diperlukan untuk menghadapi degradasi lingkungan yang meluas.

Pernyataan Menag menyoroti perlunya kesadaran kolektif yang berakar pada nilai-nilai batiniah—sebuah pendekatan yang menurutnya relevan ketika menghadapi ancaman terhadap keberlanjutan bumi. Dengan menempatkan tasawuf sebagai rujukan, pesan tersebut menekankan bahwa solusi terhadap krisis lingkungan tidak hanya memerlukan tindakan teknis dan kebijakan, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku.

Implikasi bagi Kebijakan dan Masyarakat

Pernyataan sosok kementerian agama ini membuka ruang diskusi mengenai bagaimana ajaran-ajaran spiritual dapat diintegrasikan dalam upaya pelestarian lingkungan. Pendekatan semacam ini menuntut keterlibatan masyarakat, tokoh agama, dan pemangku kepentingan lain untuk menerjemahkan nilai-nilai spiritual menjadi tindakan nyata yang mendukung kelestarian alam.

Dengan menempatkan tasawuf sebagai fokus, imbauan tersebut juga mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk mempertimbangkan kembali pola konsumsi, sikap terhadap alam, dan tanggung jawab antargenerasi. Hal ini merefleksikan pandangan bahwa pemeliharaan lingkungan berawal dari perubahan nilai dan kesadaran individu maupun kolektif.

Pesan yang Relevan di Tengah Kerusakan

Pernyataan Menag menjadi pengingat bahwa upaya menyelamatkan masa depan bumi memerlukan dimensi multidimensional, termasuk spiritual. Dalam situasi di mana degradasi lingkungan menjadi perhatian bersama, penekanan pada tasawuf menggarisbawahi pentingnya pembaruan etika lingkungan yang bersumber dari nilai-nilai luhur.

Di samping aspek-aspek teknis dan kebijakan, pendekatan spiritual seperti yang diusung melalui tasawuf dapat menjadi pendorong bagi perubahan jangka panjang. Pendekatan ini menekankan kesadaran batiniah dan tanggung jawab moral yang menuntun pada tindakan yang lebih berkelanjutan terhadap alam.

Dengan demikian, pernyataan Menag Nasaruddin Umar menempatkan tasawuf bukan sekadar sebagai tradisi religius, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan pola hidup yang lebih selaras dengan kebutuhan pelestarian bumi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Program Makan Bergizi Gratis Kini Menjangkau Lansia dan Penyandang Disabilitas

24 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Makna Hari Raya dalam Memperkuat Fungsi Keluarga

23 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Lebaran dan Kewajiban untuk Bahagia: Antara Tradisi dan Harapan

23 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1

22 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Dubes RI untuk Thailand Tekankan Persatuan dan Silaturahmi pada Perayaan Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora