Selasa Pagi: Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun Bersama ALMAL Gandeng Wyndham Hotels & Resorts untuk Kelola ‘The One by ALMAL’ di Bali Nusa Dua Mendes Yandri Susanto: Koperasi Desa Sebagai Program Strategis Nasional Perlu Didukung Bersama Polres Cirebon Catat Peningkatan Arus Kendaraan di Pantura Jelang Puncak Mudik Pemerintah Susun Rencana Efisiensi untuk Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen Potret Teheran Terkoyak: Menyusuri Jalanan yang Porak-poranda

Humaniora

Menbud Fadli Zon Ajak Perkuat Ekosistem Keroncong sebagai Ruang Regenerasi dan Silaturahmi

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengingatkan pentingnya penguatan ekosistem musik keroncong agar tetap berfungsi sebagai ruang silaturahmi, regenerasi, dan kelangsungan tradisi musik tersebut. Dorongan ini ditujukan untuk memperkuat peran keroncong tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai medium yang dapat menjaga hubungan antargenerasi pelaku dan penggemar musik.

Menurut Menbud, menjaga ekosistem keroncong berarti memberi ruang bagi interaksi sosial di antara musisi, pengamat, dan komunitas. Dalam konteks ini, ekosistem dimaknai sebagai jaringan aktor yang saling mendukung — dari pemain dan pengajar hingga penikmat dan penyelenggara kegiatan — sehingga transfer pengetahuan dan keterampilan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ruang silaturahmi dan regenerasi

Keroncong memiliki tradisi panjang dan karakteristik khas yang membutuhkan perhatian agar tidak tergerus oleh dinamika budaya populer. Dengan memfungsikan ekosistem sebagai ruang silaturahmi, diharapkan ada kesinambungan hubungan antargenerasi: musisi senior dapat berbagi pengalaman dan teknik, sementara generasi muda diberi kesempatan belajar dan berkreasi dalam tradisi tersebut.

Regenerasi juga mencakup upaya memberikan kesempatan bagi musisi baru untuk bereksperimen sambil tetap menghormati akar-akar musikal keroncong. Pendekatan ini membantu menjaga relevansi keroncong dalam lanskap musik kontemporer tanpa menghilangkan identitasnya.

Peran komunitas dan penguatan kapasitas

Penguatan ekosistem keroncong memerlukan peran aktif berbagai pihak, termasuk komunitas lokal, kelompok seni, institusi pendidikan, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam pelestarian budaya. Kolaborasi antarpelaku dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas jangkauan pengetahuan, dan menciptakan kegiatan yang mendorong partisipasi masyarakat luas.

Selain itu, ruang-ruang pertunjukan, forum diskusi, dan kegiatan pembelajaran menjadi bagian penting dari ekosistem. Dengan adanya wadah-wadah tersebut, proses pembelajaran informal maupun formal mengenai teknik, repertoar, dan sejarah keroncong dapat lebih konsisten dan terarah.

Kesinambungan budaya

Menjadikan keroncong sebagai ruang regenerasi berarti juga berupaya menjaga kesinambungan budaya. Hal ini mencakup pemeliharaan repertori tradisional serta pengembangan interpretasi baru yang tetap menghormati akar budaya. Pendekatan keseimbangan antara konservasi dan inovasi akan membantu keroncong bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Penguatan jaringan antarpelaku seni dan peningkatan akses bagi masyarakat untuk belajar dan menikmati keroncong turut menjadi faktor yang menentukan. Dengan jejaring yang solid, peluang kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan kegiatan musikal yang berkelanjutan menjadi lebih mungkin terlaksana.

Pandangan umum

Pernyataan mendorong penguatan ekosistem ini menegaskan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap aset-aset budaya. Keroncong, sebagai salah satu bentuk ekspresi musik tradisional, memerlukan dukungan agar fungsi sosial dan budayanya tetap hidup. Upaya bersama dari berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga agar keroncong tetap menjadi wadah silaturahmi, ruang regenerasi, dan bagian dari identitas budaya yang terus dipelihara.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Produksi Kue Kering Menyambut Lebaran

15 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Pemprov DKI Tetapkan 16 Objek Sebagai Cagar Budaya pada 2025

14 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Sumbar Ajukan Proposal Pusat Kebudayaan Ranah Minang Senilai Rp382 Miliar

14 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Kemenhaj Perkuat Regulasi Haji Inklusif untuk Lansia dan Perempuan

14 Maret 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Plan Indonesia Salurkan Bantuan Tunai MPCA untuk 3.400 Keluarga di Aceh

13 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora