Rashford dan Raphinha Dipastikan Absen pada Leg Pertama Semifinal Copa kontra Atletico Madrid AHY Tetapkan Target Tol Kapalbetung Siap Fungsional H-10 Lebaran 2026 Persib Berpeluang Turunkan Tiga Rekrutan Baru pada Laga Kontra Ratchaburi Polda Metro Jaya Terbitkan Surat Pencegahan untuk Richard Lee, Berlaku 10 Februari–1 Maret 2026 PNM Raih Sertifikat Label Taat Zakat dari BAZNAS sebagai Bukti Komitmen Mendes: Masjid Desa Harus Berfungsi sebagai Pusat Pemberdayaan dan Penguatan SDM

Humaniora

Mendes: Masjid Desa Harus Berfungsi sebagai Pusat Pemberdayaan dan Penguatan SDM

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menekankan bahwa peran masjid di tingkat desa perlu diperluas menjadi pusat pemberdayaan dan penguatan sumber daya manusia (SDM). Pernyataan ini menegaskan pandangan bahwa fungsi masjid tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah semata, melainkan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan kapasitas komunitas desa.

Memperluas Peran Masjid

Pernyataan Menteri menunjukkan dorongan agar masjid dimanfaatkan secara lebih luas untuk kepentingan masyarakat desa. Dengan menjadikan masjid sebagai ruang aktivitas sosial dan pendidikan, diharapkan potensi lokal dapat lebih digarap dan kualitas SDM di desa meningkat. Pendekatan semacam ini menggeser fokus dari fungsi eksklusif keagamaan menuju fungsi yang lebih inklusif dan aplikatif dalam konteks pembangunan desa.

Manfaat Bagi Komunitas Desa

Jika diimplementasikan, konsep masjid sebagai pusat pemberdayaan berpotensi memperkuat kapasitas masyarakat dalam berbagai aspek. Penggunaan fasilitas masjid untuk kegiatan yang mendukung peningkatan keterampilan, penguatan pengetahuan, dan solidaritas sosial dapat membantu mendorong inisiatif lokal serta memperkuat jaringan sosial antarwarga.

Kaitan dengan Pembangunan SDM

Penguatan SDM menjadi isu sentral dalam upaya pembangunan daerah. Dengan menjadikan masjid salah satu wahana pembelajaran dan pemberdayaan, proses pembentukan keterampilan dan peningkatan kompetensi warga dapat berlangsung lebih dekat dengan basis komunitas. Hal ini membuka ruang bagi pengorganisasian kegiatan yang relevan dengan kebutuhan desa dan pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

Peluang dan Tantangan

Transformasi peran masjid ke arah pemberdayaan masyarakat menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Peluangnya terletak pada pemanfaatan ruang komunitas yang sudah ada untuk kegiatan produktif dan edukatif. Tantangannya meliputi perlunya perencanaan, dukungan sumber daya, dan keterlibatan berbagai pihak agar fungsi baru tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan.

Secara umum, gagasan untuk mengoptimalkan peran masjid ini menekankan pentingnya sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan kebutuhan pembangunan. Dengan langkah yang tepat, masjid dapat menjadi salah satu pilar dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat desa, mendukung kemandirian komunitas, dan memperkuat ketahanan sosial di tingkat lokal.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemenhaj Gelar Manasik Haji Nasional Secara Serentak di Seluruh Indonesia

11 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

Ahli: Mitigasi Mitos — Latihan Angkat Beban Tak Membuat Anak Pendek

10 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Satu Tahun Cek Kesehatan Gratis: Menkes Tinjau Layanan CKG di Semarang

10 Februari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

Perpusnas: Literasi di Era AI Menjadi Dasar Kepemimpinan Bangsa

10 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Mensos Tegaskan Proyek Percontohan Perlindungan Sosial Tidak Jawa-Sentris

9 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora