Polres Cirebon Catat Peningkatan Arus Kendaraan di Pantura Jelang Puncak Mudik Pemerintah Susun Rencana Efisiensi untuk Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen Potret Teheran Terkoyak: Menyusuri Jalanan yang Porak-poranda Mendiktisaintek Ajak Kampus Tingkatkan Inovasi dalam Daur Ulang Sampah Pemprov Jateng Memberangkatkan Lebih dari 16 Ribu Peserta Mudik Gratis di TMII Serangan TPNPB di Kawasan Tambrauw-Grasberg Dinilai Mengganggu Stabilitas Sosial

Ekonomi

Mendes: Pameran Produk Unggulan Dorong Pelaku Usaha Desa Naik Kelas

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Desa: Pameran Bantu Pelaku Usaha Desa “Naik Kelas”

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan bahwa penyelenggaraan pameran produk unggulan memiliki peran penting dalam proses peningkatan kelas usaha bagi pelaku usaha desa. Menurutnya, event tersebut menjadi salah satu wadah bagi produk-produk desa untuk tampil, dikenali, dan mendapatkan perhatian lebih luas.

Dalam penjelasannya, Mendes menekankan bahwa pameran memungkinkan pelaku usaha desa mempresentasikan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas, termasuk pelaku pasar, pembeli potensial, dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengembangan usaha. Kegiatan semacam ini dinilai strategis untuk membuka peluang kolaborasi, memperluas jaringan, dan meningkatkan visibilitas produk dari kawasan pedesaan.

Penyelenggaraan pameran produk unggulan juga disebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha desa untuk menguji daya tarik pasar terhadap produknya. Melalui interaksi langsung dengan pengunjung, pelaku usaha dapat memperoleh masukan, mengenali preferensi konsumen, dan menilai bagaimana produk diterima di luar lingkungan desa. Interaksi ini kerap menjadi bagian penting dalam proses peningkatan mutu dan daya saing produk.

Selain aspek pemasaran, Mendes menyoroti peran pameran sebagai ruang belajar. Dalam suasana pameran, pelaku usaha berkesempatan melihat praktik dan produk dari pihak lain, mempelajari standar presentasi, packaging, serta strategi promosi yang efektif. Pengalaman semacam itu bisa mendorong perubahan dalam cara mereka mengelola usaha, sehingga langkah-langkah perbaikan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Lebih jauh, pameran produk unggulan sering kali menjadi momen untuk memperkuat citra dan merek produk desa. Dengan penampilan yang lebih terstruktur dan profesional di ruang pamer, produk desa berpotensi memperoleh pengakuan yang lebih kuat dari konsumen dan pelaku pasar. Peningkatan pengakuan ini berkontribusi pada upaya menjadikan produk desa tidak hanya dikenal lokal tetapi juga semakin mempunyai daya tarik di tingkat yang lebih luas.

Mendes juga menyinggung pentingnya dukungan berkesinambungan agar para pelaku usaha desa benar-benar mampu ‘naik kelas’. Pameran menjadi awal yang penting, namun perjalanan panjang untuk memperkuat kapasitas produksi, kualitas mutu, serta akses ke pasar perlu didukung oleh berbagai pihak agar hasil pameran bisa berlanjut menjadi peningkatan usaha yang nyata.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan pameran produk unggulan dipandang sebagai salah satu langkah praktis untuk mendorong transformasi usaha di desa. Dengan memberikan ruang promosi, fasilitasi jaringan, dan kesempatan pembelajaran, pameran dinilai menyumbang pada proses peningkatan daya saing dan profesionalisme pelaku usaha desa, yang dalam istilah Mendes disebut sebagai upaya membuat pelaku usaha tersebut ‘naik kelas’.

Gambar:

Pameran produk unggulan

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Susun Rencana Efisiensi untuk Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen

16 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

ESDM Puji Kesiapan Pertamina dalam Menjaga Pasokan Energi Saat Lebaran

14 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

RUPST BCA Tetapkan Rasio Dividen 72% untuk Tahun Buku 2025

12 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

IHSG Ditutup Melemah, Mengikuti Bursa Asia Seiring Volatilitas Harga Minyak

12 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Bahlil Pastikan Ketersediaan BBM Aman dan Serukan Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying

10 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi