Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pengembangan sains harus diarahkan untuk mampu menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pernyataan itu menegaskan pentingnya menghubungkan kegiatan penelitian dan pengembangan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi di lapangan.
Prioritas riset yang relevan
Pendirian kebijakan riset, menurut pernyataan pers, perlu menempatkan masalah riil warga sebagai titik awal perencanaan penelitian. Dengan demikian, riset tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah semata, tetapi juga pada penerapan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas hidup, pelayanan publik, dan daya saing komunitas.
Sinergi antar-pemangku kepentingan
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah perlunya kerja sama lebih erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat proses pemetaan kebutuhan, uji coba solusi, dan penerapan teknologi atau inovasi yang tepat guna.
Pemberdayaan kapasitas
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi aspek yang mendapatkan sorotan. Penguatan kompetensi peneliti, pendidik, dan praktisi diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah dan teknologi yang aplikatif serta mudah diadaptasi oleh komunitas. Selain itu, pendekatan pendidikan tinggi yang lebih kontekstual akan membantu lulusan siap berkontribusi pada penyelesaian masalah nyata.
Fokus pada solusi terapan
Dorongan untuk menempatkan sains sebagai jawaban bagi tantangan masyarakat berarti menekankan orientasi terapan dalam kegiatan penelitian. Hal ini meliputi pengembangan inovasi yang dapat meningkatkan layanan publik, solusi untuk isu lingkungan, hingga teknologi yang mendukung mata pencaharian masyarakat.
Peran kebijakan dan dukungan institusional
Untuk mewujudkan arah tersebut, dukungan kebijakan dan kelembagaan perlu hadir secara konsisten. Kebijakan yang memfasilitasi akses pendanaan, fasilitas penelitian, dan jalur kolaborasi akan memperkuat ekosistem riset yang berorientasi pada masalah sosial. Selain itu, mekanisme evaluasi yang menilai dampak sosial penelitian diharapkan menjadi bagian dari tata kelola riset.
Harapan jangka panjang
Upaya mengarahkan sains menuju penyelesaian masalah masyarakat membutuhkan komitmen jangka panjang dari semua pihak. Dengan menumbuhkan budaya penelitian yang responsif terhadap kebutuhan publik serta memperkuat jejaring antara akademia dan pemangku kepentingan, diharapkan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan pembangunan.
Gagasan-gagasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penegasan menteri mengenai peran strategis sains dan teknologi dalam konteks pembangunan sosial dan ekonomi, serta pentingnya memastikan hasil penelitian dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Foto: ANTARA News






