Bogor Tertibkan 63 Billboard Sepanjang 2025, Kota Dinilai ‘Bebas Sampah Visual’ Iran Nyatakan Siap Mengurangi Pengayaan Uranium Secara Bersyarat Pemerintah Matangkan Program MBG untuk Lansia, Fokus pada Usia 75 Tahun ke Atas Danantara Perkuat Persiapan Proyek Bioetanol di PG Glenmore, Jawa Timur Pemkot Semarang Tekankan Pengelolaan Sampah Harus Libatkan Lintas OPD Simulasi Al-Quran Bahasa Isyarat dari Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung di Mesir

Nusantara

Mendulang Emas di Bantaran Sungai Alas, Andalan Hidup Warga Bener Berpapah Pascabencana

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Mendulang sebagai Penghidupan Utama di Desa Bener Berpapah

Warga Desa Bener Berpapah, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, mengandalkan kegiatan mendulang emas di bantaran Sungai Alas sebagai tumpuan hidup pascabencana. Aktivitas itu, yang terlihat jelas di lokasi tepi sungai, menjadi salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat setempat setelah musibah yang melanda.

Praktik Mendulang di Bantaran Sungai

Kegiatan mendulang di Sungai Alas dilakukan dengan metode tradisional yang lazim dikenal masyarakat setempat. Pekerjaan ini melibatkan proses penyaringan material sungai menggunakan dulang untuk mencari butiran emas yang tersembunyi di antara pasir dan kerikil. Aktivitas tersebut berlangsung di sepanjang bantaran sungai, di mana warga memanfaatkan aliran dan sedimen sungai untuk melakukan pencarian.

Tumpuan Hidup dan Pemulihan Pascabencana

Menurut laporan, peralihan fokus menuju mendulang emas ini terkait dengan kebutuhan ekonomi pascabencana. Bagi beberapa keluarga di desa itu, kegiatan di bantaran Sungai Alas menjadi harapan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan melanjutkan upaya pemulihan. Aktivitas seperti ini mencerminkan cara masyarakat beradaptasi untuk mempertahankan mata pencaharian di tengah kondisi pascabencana.

Peran Lokasi dan Kegiatan Komunal

Bantaran Sungai Alas berperan sebagai ruang kerja bersama di mana warga berkumpul melakukan proses mendulang. Kegiatan di tepi sungai tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi sosial karena melibatkan interaksi antarwarga yang sama-sama bergantung pada hasil penambangan skala kecil tersebut. Foto yang menyertai laporan menggambarkan suasana warga saat bekerja di lokasi, menandakan bahwa aktivitas ini menjadi rutinitas penting di desa.

Tantangan dan Harapan

Warga Desa Bener Berpapah yang bergantung pada mendulang menghadapi tantangan yang melekat pada pekerjaan ini, baik dari segi fisik maupun ekonomi. Meskipun demikian, aktivitas tersebut tetap dipilih sebagai tumpuan hidup karena memberikan peluang pendapatan langsung bagi keluarga di tengah upaya pemulihan pascabencana. Harapan komunitas adalah mempertahankan mata pencaharian ini demi kelangsungan hidup sambil menunggu kondisi yang lebih stabil.

Gambar terkait:

Mendulang emas di Sungai Alas

Aktivitas mendulang di bantaran Sungai Alas menjadi salah satu cerita tentang bagaimana masyarakat lokal menata kembali hidupnya setelah mengalami bencana, dengan mengandalkan cara-cara tradisional yang sudah dikenal turun-temurun.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Semarang Tekankan Pengelolaan Sampah Harus Libatkan Lintas OPD

3 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Pemkab Lampung Barat Tekankan Pengawasan Ketat Kualitas Makanan di SPPG

3 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

28 SPPG di Agam Sudah Beroperasi, Layani 63.861 Siswa

3 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Kemenhub Tegaskan Komitmen Perkuat Keselamatan Pelayaran

3 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

BGN Papua Barat Perkuat Pemanfaatan Pangan Lokal dalam Program MBG

2 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara