Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Dunia

Menlu China Serukan Negara-negara Selatan Global untuk Mempertahankan Multilateralisme

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Wang Yi: Pentingnya Peran Negara-negara “Selatan Global” dalam Menjaga Multilateralisme

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyampaikan ajakan kepada negara-negara yang termasuk dalam kategori “selatan global” agar bersama-sama menjaga dan memperkuat prinsip multilateralisme. Pernyataan ini menekankan peran kolektif negara-negara berkembang dalam mempertahankan sistem kerja sama internasional yang lebih inklusif.

Arti ajakan

Dalam seruan tersebut, Wang Yi menggarisbawahi pentingnya negara-negara selatan global untuk bersatu dalam menghadapi tantangan global. Ajakan ini mengimplikasikan kebutuhan akan dialog dan koordinasi antar-negara yang memiliki kepentingan serupa, sehingga suara dan kepentingan mereka dapat terdengar dalam berbagai forum internasional.

Multilateralisme sebagai landasan kerja sama

Multilateralisme umumnya dipahami sebagai mekanisme di mana negara-negara bertindak dan bernegosiasi melalui institusi serta aturan bersama, bukan secara sepihak. Dengan mendorong multilateralisme, Wang Yi menekankan nilai kerja sama berbasis aturan yang memungkinkan penyelesaian masalah lintas batas secara kolektif.

Peran negara-negara berkembang

Negara-negara yang termasuk dalam istilah “selatan global” sering kali menghadapi tantangan pembangunan, ketimpangan, dan kebutuhan untuk mendapatkan akses yang lebih adil ke peluang ekonomi dan politik internasional. Dalam konteks ajakan ini, diharapkan negara-negara tersebut dapat memainkan peran lebih aktif dalam menjaga stabilitas sistem global dan menuntut representasi yang lebih setara dalam pengambilan keputusan internasional.

Kesepakatan dan kepentingan bersama

Seruan untuk memperkuat multilateralisme juga mencerminkan kebutuhan akan platform bersama untuk mengatasi isu-isu bersama—mulai dari pembangunan ekonomi hingga masalah keamanan dan ketahanan. Dengan berkumpul di ruang multilater, negara-negara dapat mencari solusi yang saling menguntungkan dan melindungi kepentingan kolektif mereka.

Impak diplomatik

Ajakan tersebut menegaskan bahwa diplomasi lintas-negara dan solidaritas di antara negara-negara selatan global menjadi penting untuk mempertahankan keseimbangan dalam tata internasional. Pendekatan semacam ini diharapkan membantu memperkuat posisi tawar negara-negara berkembang dalam pembicaraan internasional.

Pandangan umum

Pernyataan Wang Yi merefleksikan dorongan untuk mempertahankan sistem global yang lebih terbuka dan kolaboratif, di mana kerja sama melalui institusi internasional dianggap krusial. Ajakan ini mengundang perhatian terhadap peran kolektif dan tanggung jawab bersama dalam menghadapi persoalan global yang kompleks.

Secara keseluruhan, seruan untuk menjaga multilateralisme dari menteri luar negeri China itu menonjolkan pentingnya koordinasi dan solidaritas antar-negara selatan global. Isu ini berkaitan dengan bagaimana negara-negara dapat memastikan kepentingan mereka terwakili dan dijaga dalam struktur kerja sama internasional yang ada saat ini.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris

26 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Menlu Malaysia Hubungi Rekan Iran, Mendesak Gencatan Senjata Segera

25 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

China Tegaskan Komitmen Mediasi Diplomatik di Tengah Konflik Timur Tengah

24 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

JDF Asia Pasifik Mendesak Tekanan Internasional agar Israel Buka Akses Masjidil Aqsa

24 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka bagi Kapal Non-Afiliasi AS dan Israel

24 Maret 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia