BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Warta Bumi

Menteri Hanif Tegaskan Pelaku Pencemaran Cisadane Harus Bertanggung Jawab

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Turun ke Lokasi dan Serukan Tanggung Jawab Pelaku Pencemaran

Hanif Faisol Nuroriq, Menteri Lingkungan Hidup, melakukan aksi pembersihan sampah di kawasan Pasar Anyar sebagai bagian dari upaya menyoroti masalah pencemaran yang terjadi di wilayah aliran Sungai Cisadane. Kegiatan ini menjadi momentum bagi menteri untuk menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam kegiatan bersih-bersih tersebut, menteri hadir di lokasi untuk memantau langsung kondisi lingkungan sekitar pasar dan menekankan pentingnya penanganan sumber pencemaran. Aksi ini juga dimaksudkan untuk memberi perhatian publik terhadap isu kualitas lingkungan serta dampak limbah terhadap kawasan aliran sungai.

Pesan Tegas soal Tanggung Jawab

Menteri menegaskan bahwa para pelaku pencemaran tidak bisa dibiarkan tanpa konsekuensi. Ia menuntut adanya pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang menyebabkan tercemarnya kawasan tersebut agar upaya pemulihan lingkungan dapat berjalan efektif. Pernyataan ini menggarisbawahi sikap pemerintah dalam menanggapi permasalahan polusi yang menimpa daerah aliran Cisadane.

Seruan untuk pertanggungjawaban tersebut mencerminkan fokus pada upaya pencegahan dan pemulihan lingkungan. Menurut pernyataan menteri saat berada di lokasi, tindakan nyata berupa pembersihan lingkungan perlu disertai dengan langkah-langkah yang memastikan pencemaran tidak terulang.

Langkah di Lapangan

Aksi pembersihan yang dilakukan di Pasar Anyar menjadi bagian dari upaya terlihat langsung di lapangan. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai simbol keterlibatan pembuat kebijakan dalam menangani persoalan lingkungan yang berdampak pada masyarakat sekitar. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keterlibatan aparat kementerian dalam menjaga kebersihan kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai.

Walau tindakan pembersihan penting, menteri menekankan bahwa hal tersebut tidak cukup tanpa adanya mekanisme pertanggungjawaban dari pelaku yang menyebabkan pencemaran. Pernyataan tersebut menempatkan fokus pada dua aspek yakni penanganan dampak serta pencegahan melalui pertanggungjawaban pihak terkait.

Perhatian terhadap Kondisi Aliran Sungai

Sungai dan kawasan aliran sungai seperti Cisadane memegang peran penting bagi lingkungan dan masyarakat yang bergantung padanya. Oleh karena itu, upaya menjaga kebersihan dan kualitas air menjadi bagian dari tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas setempat. Menteri menggarisbawahi perlunya komitmen untuk meminimalkan sumber pencemaran agar fungsi lingkungan dapat dipertahankan.

Dengan turunnya pejabat di lokasi, diharapkan perhatian terhadap isu pencemaran mendapat dorongan kuat sehingga langkah penanganan dan pencegahan dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi.

Gambar: Dokumentasi kegiatan pembersihan di kawasan Pasar Anyar.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia

26 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

26 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin di Mayoritas Kota Besar

23 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

IPB: Limbah Kelapa Sawit Berpeluang Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

22 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi