BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah

Humaniora

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Mendadak Pingsan Saat Memimpin Upacara Penghormatan Korban ATR 42-500

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri KKP Mendadak Pingsan Saat Upacara Penghormatan Korban ATR 42-500

Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, dikabarkan pingsan saat memimpin upacara penghormatan untuk korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Peristiwa tersebut terekam dalam foto yang memperlihatkan sejumlah peserta upacara membopong menteri saat kondisi tidak sadarkan diri.

Insiden ini terjadi di sela prosesi penghormatan yang digelar untuk mengenang para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Gambar yang beredar menunjukkan momen ketika Trenggono tidak mampu berdiri dan langsung ditolong oleh orang-orang di sekitarnya.

Dalam foto terlihat beberapa peserta upacara ikut membantu mengangkat menteri untuk membawanya dari tempat upacara. Adegan tersebut menangkap reaksi cepat dari orang-orang di lokasi yang segera berusaha memberi pertolongan secara langsung.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi saat menteri sedang menjalankan tugas resmi dalam upacara penghormatan. Momen tersebut juga memicu berbagai reaksi, terutama terkait kondisi kesehatan pejabat yang bersangkutan ketika menjalankan tugas kenegaraan yang bersifat emosional dan formal.

Foto insiden tersebar luas dan menjadi bahan liputan media, memperlihatkan secara visual bagaimana keadaan darurat dapat terjadi secara tiba-tiba di tengah kegiatan resmi. Dokumentasi visual itu menampilkan bantuan langsung dari peserta upacara yang tampak sigap menanggapi situasi mendesak.

Hingga saat ini, keterangan resmi mengenai penyebab pingsannya maupun perkembangan kondisi kesehatan Menteri Trenggono belum terdapat dalam foto atau keterangan singkat yang menyertai dokumentasi. Informasi lebih lanjut biasanya diikuti oleh pernyataan resmi dari pihak terkait, namun sumber yang diterima hanya memperlihatkan momen saat menteri dibopong oleh peserta upacara.

Peristiwa seperti ini menggarisbawahi perlunya kesiapan penanganan medis di acara-acara resmi yang melibatkan pejabat publik dan kerumunan orang. Kejadian mendadak pada tokoh publik kerap memerlukan respons cepat dari mereka yang hadir, baik untuk keselamatan individu maupun untuk menjaga kelancaran acara.

Gambar yang beredar juga mengingatkan akan sensitivitas momen penghormatan bagi korban kecelakaan, di mana suasana duka dan hormat dapat berlangsung intens dan menuntut perhatian ekstra dari penyelenggara acara. Meski demikian, foto menonjolkan aspek kemanusiaan, yaitu bagaimana orang-orang di sekitar segera melakukan tindakan pertolongan ketika melihat seseorang dalam kondisi tidak sadar.

Perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi Menteri Kelautan dan Perikanan, termasuk konfirmasi resmi dan penjelasan terkait kejadian, diharapkan akan dipublikasikan oleh instansi terkait. Sementara itu, foto tersebut tetap menjadi bukti visual dari kejadian yang menarik perhatian publik pada momen penghormatan itu.

Catatan gambar:

Menteri KKP pingsan saat upacara

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Temanggung Ajak Murid TK Kunjungi Panti, Tekankan Pentingnya Empati Sejak Dini

27 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cahaya 1.008 Dipa dan Irama Damaru Mewarnai Malam di Candi Prambanan

27 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Kemendikdasmen dan BPS Bersinergi Perkuat Ketepatan Data Pendidikan

27 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Kemensos Perkuat Manajemen Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan

26 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Human Initiative Buka Kembali Program “Qurban Early Bird” untuk Memperluas Jangkauan

26 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora