Persik Kediri Resmi Rekrut Gelandang Serang Uruguay Adrian Luna OpenAI Kembangkan Earphone ‘Sweet Pea’ dengan Fitur AI Bawaan Puluhan Warga Jakarta Garden City Turun ke Jalan Tuntut Kepastian soal RDF dan Infrastruktur Menteri LH Dorong Perkuat Pemilahan untuk Hadapi Krisis Sampah Daerah Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Pencarian Sedang Berlangsung KAI Daop 7 Madiun: Genangan Air di Pekalongan Tidak Menghambat Keberangkatan Kereta

Warta Bumi

Menteri LH Dorong Perkuat Pemilahan untuk Hadapi Krisis Sampah Daerah

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri Tekankan Pemilahan sebagai Langkah Awal Menangani Krisis Sampah

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengimbau agar upaya pemilahan sampah ditingkatkan guna mengoptimalisasi pengelolaan limbah di tingkat daerah. Menurut pernyataannya, penguatan proses pemilahan merupakan salah satu langkah penting dalam menghadapi tekanan yang muncul dari krisis sampah yang melanda sejumlah wilayah.

Imbauan tersebut menempatkan pemilahan sebagai tindakan awal yang krusial dalam rantai pengelolaan sampah. Dengan melakukan pemilahan sejak sumber, diharapkan pengelolaan berikutnya menjadi lebih efektif dan terfokus. Menteri menyerukan agar berbagai pihak terkait—termasuk pemerintah daerah, pengelola layanan kebersihan, dan masyarakat—memperhatikan dan memperkuat praktik pemilahan dalam aktivitas sehari-hari.

Langkah memperkuat pemilahan juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada serta memperkecil beban pada sistem pengelolaan sampah yang sudah terbebani. Dalam penekanannya, penguatan pemilahan tidak hanya bersifat teknis tetapi juga memerlukan sinergi antara kebijakan, pelaksanaan lapangan, serta partisipasi warga.

Selain mengimbau peningkatan pemilahan, pernyataan menteri mengingatkan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi kondisi yang semakin menuntut sistem pengelolaan limbah yang lebih efisien. Krisis sampah di tingkat daerah menuntut langkah-langkah nyata yang mampu merespons tekanan operasional dan lingkungan.

Meski fokus utama pada pemilahan, pesan yang disampaikan menekankan perlunya pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Upaya bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dianggap penting dalam menerapkan praktik pengelolaan sampah yang lebih tertata.

Gambaran situasi di lapangan yang mengarah pada perlunya intensifikasi pemilahan sampah menunjukkan bahwa kebijakan dan pelaksanaan perlu berjalan seiring. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengadaptasi imbauan tersebut ke dalam rencana kerja dan program operasional yang jelas, sementara warga diminta tetap berperan aktif melalui perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Foto terkait pemberitaan menunjukkan momen Menteri Lingkungan Hidup saat menyampaikan imbauan tersebut, yang menggambarkan perhatian pemerintah terhadap isu pengelolaan sampah di daerah. Foto: Warta Bumi.

Pernyataan ini menjadi pengingat akan pentingnya tindakan preventif dan terencana untuk menangani masalah sampah yang berkembang. Penguatan pemilahan dianggap sebagai langkah pertama yang dapat membantu memudahkan proses pengolahan dan penanganan lebih lanjut, serta membantu menanggulangi dampak krisis sampah yang dihadapi oleh berbagai daerah.

Pemerintah pusat melalui pernyataan menteri menekankan urgensi masalah ini dan mengajak semua pihak untuk meningkatkan komitmen dalam pelaksanaan pemilahan serta pengelolaan sampah secara lebih baik di tingkat daerah.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Laut di Muara Baru Tergenang Sampah Rumah Tangga, Diduga Berasal dari TPS Ilegal

16 Januari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

Sumbar Laporkan Kerugian Rp33,5 Triliun Akibat Bencana Alam

16 Januari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Sungai Tak Kenal Batas: Ketika Hujan Menguji Tata Kelola Wilayah

16 Januari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Kementan Mulai Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Barat

15 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Kementan Siapkan Rp148,53 Miliar untuk Rehabilitasi 10 Ribu Hektare Sawah Rusak

15 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi