BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Humaniora

Menteri PPPA Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Ibu dan Balita di Kebumen

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Menteri PPPA Ungkap Dukacita atas Kasus Meninggalnya Ibu dan Balita di Kebumen

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam terkait peristiwa meninggalnya seorang ibu bersama balitanya yang terjadi di Kebumen. Pernyataan ini disampaikan menyusul kabar duka yang menimpa keluarga korban.

Dalam pernyataannya, menteri menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut dan menyoroti beratnya dampak yang ditimbulkan bagi keluarga serta komunitas setempat. Momen ini menjadi perhatian publik dan otoritas terkait seiring upaya untuk memahami dan menindaklanjuti kejadian yang menimbulkan duka mendalam.

Menteri Arifah, yang memimpin kementerian yang memiliki tugas membina upaya pemberdayaan perempuan sekaligus perlindungan anak, menyampaikan empati kepada keluarga korban. Ia menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap kondisi perempuan dan anak dalam situasi rentan, terutama ketika peristiwa tragis menimpa kelompok paling lemah seperti balita.

Kejadian di Kebumen tersebut mengingatkan akan kebutuhan dukungan yang komprehensif bagi perempuan dan anak, termasuk layanan yang dapat membantu mengatasi masalah yang beresiko pada keselamatan mereka. Pernyataan dukacita dari pimpinan kementerian diharapkan dapat mendorong respons yang sensitif terhadap korban dan keluarganya.

Publik dan pihak berwenang di daerah diperkirakan akan terus mengikuti perkembangan terkait penanganan kasus ini. Kementerian yang dipimpin Arifah Fauzi memiliki mandat untuk memperhatikan aspek perlindungan anak dan perempuan; oleh karena itu, peristiwa yang menimpa keluarga di Kebumen menjadi sorotan sekaligus pengingat akan tugas institusi dalam memberikan perlindungan dan layanan yang diperlukan.

Selain ungkapan duka, peristiwa ini memicu perhatian terhadap upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak berulang. Perlindungan terhadap anak-anak, akses terhadap layanan kesehatan mental, serta dukungan sosial bagi keluarga yang mengalami krisis merupakan bagian dari diskusi yang sering muncul melalui respons terhadap kasus-kasus berisiko.

Sampai dengan pernyataan resmi tersebut, masyarakat menunggu informasi lanjutan dari pihak berwenang mengenai kronologi dan penanganan kasus. Pernyataan dukacita dari Menteri Arifah Fauzi dipandang sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap korban dan keluarga, serta sinyal perlunya kerja sama berbagai pihak untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak.

Media dan organisasi terkait diharapkan terus mengikuti perkembangan dan melaporkan informasi resmi agar publik memperoleh gambaran yang akurat mengenai kejadian dan langkah-langkah tindak lanjut yang diambil.

Catatan: Artikel ini berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terkait meninggalnya seorang ibu dan balitanya di Kebumen.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mendukbangga: Program Makan Bergizi Berperan Turunkan Stunting di Jawa Barat

12 Januari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dosen Sekolah Vokasi Undip Anggun Puspitarini Siswanto Raih Penghargaan dari Kampus di Jerman

12 Januari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Makam Kerajaan Ungkap Koleksi Satwa Langka Tertua di China

11 Januari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Situbondo Bersiap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35: Serangkaian Persiapan Dilakukan

11 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Menbud Fadli Zon Ajak Perkuat Ekosistem Keroncong sebagai Ruang Regenerasi dan Silaturahmi

10 Januari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora