Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah Ratusan Polantas Diterjunkan Amankan Lalu Lintas pada Puncak Perayaan Imlek Nasional China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025 Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana Polda Metro Jaya Tanggapi Kasus Mahasiswa yang Mencoret Hijab Polwan

Politik

MPR: Nu Genap 100 Tahun, Diakui sebagai Pilar Persatuan dan Penjaga Republik

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

MPR Soroti Peran NU di Usia 100 Tahun

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran yang bersifat historis dan strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pernyataan itu disampaikan seiring peringatan usia organisasi keagamaan tersebut yang mencapai satu abad.

Pengakuan terhadap Kontribusi NU

Dalam pernyataannya, Ahmad Muzani menyebut NU sebagai salah satu pilar persatuan dan penjaga republik. Pengakuan ini menempatkan organisasi tersebut sebagai elemen penting dalam tatanan kenegaraan dan kehidupan bermasyarakat, menurut pandangan Ketua MPR.

Makna Sebagai Pilar Persatuan dan Penjaga Republik

Istilah “pilar persatuan” dan “penjaga republik” yang digunakan Muzani menggambarkan ekspektasi terhadap peran NU dalam memperkuat kesatuan nasional serta menjaga kelangsungan nilai-nilai kenegaraan. Pernyataan tersebut menegaskan posisi organisasi keagamaan itu dalam ranah yang lebih luas dari sekadar aktivitas keagamaan semata, yakni juga sebagai bagian dari struktur sosial-politik yang memberi kontribusi terhadap stabilitas nasional.

Harapan atas Peran Berkelanjutan

Muzani menekankan pentingnya kelanjutan peran NU seiring organisasi itu memasuki usia 100 tahun. Pernyataan itu mengandung harapan agar NU tetap aktif memberikan sumbangsih dalam menghadapi tantangan masa kini dan menjaga semangat persatuan di antara beragam komponen bangsa.

Posisi di Ruang Publik

Pernyataan Ketua MPR juga mencerminkan pengakuan publik terhadap posisi strategis NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai organisasi yang disebut memiliki peran historis dan strategis, NU digambarkan memiliki pengaruh yang relevan dalam proses-proses sosial dan politik yang menyentuh kepentingan umum.

Menuju Abad Kedua

Memasuki abad yang baru, pernyataan dari pemimpin lembaga negara ini menunjukkan perhatian institusi negara terhadap peran organisasi-organisasi sosial keagamaan dalam mempertahankan nilai kebangsaan dan konstitusi. Penegasan dari Muzani menjadi salah satu bentuk pengakuan resmi atas perjalanan dan kontribusi NU selama satu abad keberadaannya.

Catatan: Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani berkaitan dengan peringatan usia Nahdlatul Ulama yang mencapai 100 tahun.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertemuan Hangat Prabowo dan MBZ Perkokoh Kemitraan Strategis RI-PEA

27 Februari 2026 - 10:00 WIB

AHY: Indonesia Perlu Kapasitas Tampungan Air 150 Meter Kubik per Kapita

24 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Anggota DPR Minta Percepatan dan Pemerataan Imunisasi Nasional untuk Cegah Campak

24 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Menko PM: Direksi Baru Jadi Momentum Transformasi Menyeluruh BPJS Kesehatan

23 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Politik Kemarin: Dari Penilaian Diplomasi di BoP hingga Situasi Keamanan Papua

23 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News
Trending di Politik