Otoritas Jasa Keuangan Tetapkan Tiga Fokus Utama untuk Pasar Modal 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa pada 2026 perhatian utama pengelolaan pasar modal Indonesia akan terpusat pada peningkatan integritas pasar, penguatan likuiditas, serta dukungan terhadap ekonomi hijau. Penegasan ini menandai arah kebijakan yang menekankan tata kelola dan keberlanjutan sektor keuangan.
Integritas pasar menjadi salah satu pilar yang mendapat sorotan dari regulator. Dorongan untuk memperkuat integritas dimaksudkan agar mekanisme pasar berjalan transparan dan adil, sehingga meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing. Penguatan aspek ini diharapkan memperkecil praktik-praktik yang merugikan pelaku pasar dan menjaga reputasi pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Likuiditas dan pendalaman pasar menjadi perhatian berikutnya. OJK menempatkan pendalaman pasar sebagai elemen kunci agar berbagai instrumen keuangan dapat diperdagangkan dengan lebih lancar dan volume transaksi bertumbuh. Likuiditas yang lebih baik umumnya memudahkan masuk-keluarnya modal, menurunkan biaya transaksi, serta menciptakan kondisi pasar yang lebih stabil bagi investor dan emiten.
Ekonomi hijau dipilih sebagai fokus ketiga, mencerminkan upaya integrasi tujuan keberlanjutan ke dalam pasar modal. Dukungan terhadap keuangan yang ramah lingkungan menunjukkan bahwa pasar modal diharapkan berperan dalam mendukung agenda rendah karbon dan investasi berkelanjutan. Orientasi ini mencakup dorongan terhadap pembiayaan proyek dan instrumen yang menunjang pembangunan dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
Penetapan ketiga fokus tersebut memperlihatkan niat regulator untuk memadukan tujuan tata kelola, efisiensi pasar, serta keberlanjutan lingkungan dalam kebijakan pasar modal. Pendekatan ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih kuat dan selaras dengan kebutuhan ekonomi jangka panjang.
Bagi pelaku pasar—termasuk investor dan perusahaan pencatat—perubahan fokus ini menandai pentingnya kesiapan untuk menyesuaikan praktik dan strategi. Kepercayaan pasar yang meningkat dapat mendorong partisipasi investor, sementara instrumen yang mendukung ekonomi hijau membuka peluang bagi sumber pembiayaan baru bagi proyek berkelanjutan.
Regulasi dan kebijakan pendukung nantinya akan memainkan peran penting dalam mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Dengan kepastian kebijakan dan langkah pengawasan yang konsisten, diharapkan integritas pasar dapat terjaga, likuiditas bertambah, dan kontribusi pasar modal terhadap transisi energi serta investasi hijau menjadi lebih signifikan.
Secara keseluruhan, arahan OJK untuk 2026 menunjukkan orientasi yang lebih luas: memperkuat fondasi pasar modal sekaligus mengarahkan aliran modal ke kegiatan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Perkembangan di tahun-tahun mendatang akan menjadi tolok ukur seberapa efektif langkah-langkah ini dalam memperbaiki kinerja pasar modal dan menopang tujuan ekonomi yang lebih hijau.
Foto: ANTARA News






