FKBI Dukung Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said karena Dinilai Merusak Tata Kota Menlu Sugiono Jelaskan Strategi Diplomasi Indonesia di Tengah Situasi Global Terkini Akademisi JNU Upayakan Penguatan Kerja Sama Hukum dengan Indonesia Pemkab Batang: 43 dari 56 Dapur SPPG Sudah Beroperasi Baznas Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Muaragembong Tanah Amblas Rendam Perkebunan di Aceh Tengah: Foto Udara Perlihatkan Dampak pada Jalan Lintas

Nusantara

Pemkab Batang: 43 dari 56 Dapur SPPG Sudah Beroperasi

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Batang — Pemkab Catat 43 Dapur SPPG Beroperasi

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melaporkan bahwa 43 dari 56 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdata saat ini telah beroperasi. Data tersebut menunjukkan kemajuan pelaksanaan layanan dapur gizi di wilayah itu, meski sebagian unit masih belum aktif.

Status Operasional

Berdasarkan catatan Pemkab, dari total 56 dapur SPPG yang tercatat, 43 unit telah difungsikan. Dengan demikian terdapat 13 dapur yang belum beroperasi, menurut angka yang dirilis. Informasi ini menjadi indikator awal tingkat realisasi penyediaan dapur SPPG di sejumlah lokasi di Kabupaten Batang.

Peran Dapur SPPG

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan fasilitas yang ditujukan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Keberadaan dapur-dapur ini umumnya diarahkan untuk memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran sesuai dengan rencana program daerah.

Monitoring dan Pelaporan

Catatan operasional tersebut merupakan bagian dari upaya pemantauan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program. Data keberfungsian dapur-dapur SPPG menjadi bahan penilaian bagi pihak yang berwenang dalam melihat pencapaian target serta langkah lanjutan yang diperlukan untuk mengaktifkan unit yang belum beroperasi.

Kondisi Saat Ini

Informasi yang disampaikan oleh Pemkab memperlihatkan bahwa sebagian besar dapur yang terdata sudah aktif menjalankan tugasnya. Namun, masih ada sejumlah unit yang belum berfungsi sehingga butuh perhatian lebih lanjut untuk mencapai cakupan penuh sesuai jumlah terdata.

Signifikansi Data

Angka operasional ini penting sebagai tolok ukur bagi perencanaan dan alokasi sumber daya di tingkat kabupaten. Dengan mengetahui berapa banyak dapur SPPG yang sudah beroperasi, pemerintah daerah dapat merancang prioritas tindakan, termasuk penguatan fasilitas, pelatihan pengelola, atau koordinasi dengan pemangku kepentingan agar unit yang belum aktif segera difungsikan.

Dokumentasi Visual

Gambar terkait program di wilayah Batang turut mendampingi laporan ini, memberikan dokumentasi visual mengenai pelaksanaan kegiatan terkait pemenuhan gizi. Foto yang disertakan menampilkan suasana program yang berlangsung di daerah setempat.

Panduan Ke depan

Meski laporan awal menandakan kemajuan, data mengenai operasional dapur SPPG perlu dilengkapi dengan informasi lanjutan agar penilaian terhadap efektivitas layanan dapat dilakukan secara menyeluruh. Hal-hal seperti cakupan layanan, kelompok sasaran yang dilayani, dan kendala operasional pada unit yang belum aktif menjadi aspek yang relevan untuk ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Dengan pemetaan yang terus diperbarui, diharapkan pelaksanaan SPPG di Kabupaten Batang dapat mencapai target yang direncanakan sehingga kontribusinya bagi pemenuhan gizi masyarakat semakin optimal.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Gibran Borong Ikan Baronang, Ikan Panjang, dan Sayuran di Pasar Biak Numfor

13 Januari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

BGN: 2.674 Orang dari Kelompok 3B Terima MBG di Manokwari

13 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir di 8 Kabupaten/Kota Banten, BPBD Perkuat Penanganan

12 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Bupati Bantul Sebut Gerai Kopdes Merah Putih Sedang Dibangun

12 Januari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Hujan Deras Picu Banjir, Akses Perbatasan Sanggau-Malaysia Terputus

12 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara