BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Nusantara

Pemprov NTB Tepis Isu Pembatalan Kunjungan Turis Asing Karena Tambang Ilegal

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pemerintah Provinsi Tegaskan Kabar Batalnya Wisatawan Asing Tidak Benar

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan tidak benar adanya kabar bahwa kunjungan wisatawan mancanegara dibatalkan karena aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons isu yang beredar di publik dan media sosial yang menautkan keberadaan tambang ilegal dengan penurunan kunjungan wisatawan asing.

Penolakan atas isu yang tersebar

Dalam menanggapi kabar yang beredar, Pemprov NTB menegaskan bahwa informasi tersebut tidak mencerminkan kondisi nyata. Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya dan mengandalkan konfirmasi resmi dari pihak terkait sebelum mempercayai atau meneruskan kabar serupa.

Menjaga citra dan kenyamanan pariwisata

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting bagi NTB, sehingga setiap isu yang berpotensi menimbulkan keresahan ditangani dengan serius oleh pemerintah daerah. Pernyataan klarifikasi ini dimaksudkan untuk memberi kepastian kepada pelaku usaha pariwisata, wisatawan, dan masyarakat setempat agar tidak salah paham terhadap kondisi yang terjadi.

Imbauan untuk verifikasi informasi

Pemprov juga mengimbau publik untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat dihimbau melakukan verifikasi ke sumber resmi sebelum membagikan atau menanggapi berita yang dapat memengaruhi reputasi daerah dan industri pariwisata.

Peran komunikasi antar-pemangku kepentingan

Klarifikasi dari pemerintah daerah ini menjadi bagian dari upaya komunikasi yang lebih luas antara Pemprov, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya untuk memastikan seluruh pihak mendapat informasi yang akurat dan tindakan yang diambil berdasarkan data serta konfirmasi resmi.

Dampak isu terhadap kepercayaan publik

Penyebaran kabar yang belum diverifikasi berpotensi menimbulkan ketidakpastian di kalangan wisatawan dan pelaku usaha. Oleh sebab itu, langkah cepat berupa klarifikasi dianggap perlu untuk meredam kekhawatiran dan mencegah informasi keliru berkembang lebih luas.

Langkah ke depan

Pemerintah daerah menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga stabilitas pariwisata. Selain merespons hoaks atau informasi yang menyesatkan, koordinasi antar-pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan layanan dan pengalaman wisata tetap terjaga bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.

Pesan penutup

Pemprov NTB mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang dan mengutamakan sumber informasi resmi. Penanganan isu dan klarifikasi akan terus dilakukan sesuai kebutuhan agar kondisi lapangan dan persepsi publik tetap sinkron, serta upaya pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan dapat terus berjalan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Satgas PRR Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Sinergi Antar Daerah

25 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Arus Balik H+3 Idul Fitri di Pelabuhan Ketapang: Ramai Namun Lancar

24 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

BPKH Fasilitasi Pemulangan 675 Warga Lampung ke Jawa Lewat Program Balik Kerja Bareng

23 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Perantau Malalo Targetkan Donasi Lebih dari Rp1 Miliar untuk Wilayah Terdampak Bencana

22 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Satlantas Polres Cimahi Terapkan Sistem Buka Tutup dan Satu Arah di Jalur Wisata Lembang

22 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara