Pendakian Gunung Kerinci tetap ditutup meski intensitas kegempaan dilaporkan mengalami penurunan. Penutupan itu dipertahankan untuk memberi ruang pelaksanaan rencana ritual adat yang akan berlangsung di kawasan gunung tersebut.
Keputusan penutupan dan latar belakang
Aktivitas pendakian yang sebelumnya dihentikan masih belum dibuka kembali. Meskipun frekuensi getaran bawah permukaan menurun, akses bagi pendaki belum diperbolehkan karena alasan adat yang menjadi pertimbangan utama bagi pihak terkait.
Penutupan ini menyatakan bahwa meskipun kondisi geologi relatif mereda, aspek sosial-budaya menjadi faktor yang menentukan kapan area pendakian kembali dibuka. Rencana ritual adat disebut sebagai alasan utama pelarangan sementara aktivitas pendaki di Gunung Kerinci.
Dampak terhadap pendakian dan masyarakat
Keputusan untuk tidak melanjutkan kegiatan pendakian berdampak pada para calon pendaki dan pelaku jasa pariwisata yang melayani pendakian. Mereka harus menunda rencana dan menunggu pengumuman lebih lanjut terkait pembukaan kembali jalur pendakian.
Kawasan yang menjadi tempat ritual adat biasanya melibatkan pengaturan khusus yang bertujuan menjaga tata kelola dan keamanan saat kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, pembatasan akses di sekitar gunung diberlakukan sampai prosesi adat direncanakan selesai.
Pentingnya menggabungkan aspek keselamatan dan budaya
Kasus penutupan ini menegaskan bahwa pengelolaan kawasan gunung berapi tidak hanya bergantung pada parameter kegempaan atau kondisi teknis, tetapi juga mempertimbangkan faktor kultural. Keputusan menutup jalur pendakian menunjukkan upaya untuk menyeimbangkan kepentingan keselamatan publik dan penghormatan terhadap praktik adat setempat.
Para pihak yang berkepentingan dan masyarakat sekitar diharapkan berkoordinasi dalam menentukan waktu yang tepat untuk membuka kembali akses, dengan memperhatikan hasil pemantauan kondisi alam serta kebutuhan pelaksanaan adat yang telah direncanakan.
Apa yang perlu diperhatikan pendaki
Calon pendaki disarankan memantau informasi resmi terkait status pembukaan jalur sebelum merencanakan perjalanan. Mengingat penutupan dipertahankan hingga ritual adat terlaksana, perubahan jadwal dapat terjadi sejalan dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh otoritas atau pengelola kawasan.
Dengan situasi yang mengutamakan keselamatan dan pemenuhan kewajiban budaya, diharapkan keputusan ini dapat dilaksanakan dengan tertib sehingga setelah proses adat selesai, kondisi yang memungkinkan pembukaan kembali jalur dapat dinilai dengan matang.

Foto: ANTARA News






