Pentingnya Gizi Seimbang Sejak Dini
Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah SGz, RD, mengingatkan pentingnya pemberian asupan gizi seimbang pada anak sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan pangan yang baik pada masa awal kehidupan berperan penting bagi proses tumbuh kembang dan kesehatan jangka panjang anak.
Fokus pada Asupan Seimbang
Pemberian gizi seimbang tidak hanya soal jumlah makanan, tetapi juga mengenai variasi dan kecukupan zat gizi berbeda yang dibutuhkan anak. Luthfianti menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat sejak kecil dapat membantu mendukung perkembangan fisik dan fungsi tubuh secara optimal.
Peran Keluarga dan Lingkungan
Keluarga dan pengasuh memiliki peran sentral dalam membentuk pola makan anak. Lingkungan rumah yang menyediakan pilihan makanan bergizi serta memberi contoh kebiasaan makan sehat akan memudahkan anak untuk menerima dan mempertahankan pola makan yang baik. Luthfianti mengajak orang tua untuk aktif memperhatikan asupan makanan anak sejak dini sebagai investasi kesehatan.
Asupan Seimbang dan Pencegahan Masalah Gizi
Pemberian gizi seimbang sejak awal kehidupan dapat membantu mengurangi risiko masalah terkait gizi di kemudian hari. Dengan memenuhi kebutuhan zat gizi dasar melalui pola makan yang tepat, anak berpeluang mengalami pertumbuhan yang sesuai dengan tahapan usianya.
Pesan untuk Orang Tua
Dalam kesempatan tersebut, Luthfianti menyampaikan pesan kepada orang tua agar lebih peka terhadap kebutuhan nutrisi anak dan berusaha menerapkan asupan yang seimbang sedini mungkin. Kesadaran dan tindakan nyata dari keluarga menjadi faktor penting dalam memastikan anak mendapatkan dukungan gizi yang memadai.
Informasi lebih lanjut dan panduan praktis mengenai pemenuhan gizi anak biasanya dapat diperoleh dari tenaga kesehatan atau ahli gizi di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, inti dari pesan yang disampaikan Luthfianti tetap kuat: memulai kebiasaan gizi seimbang sedini mungkin memberi manfaat positif bagi perkembangan anak.
Foto: ANTARA News






