Penyaluran kredit di Bali Nusra menunjukkan pertumbuhan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya kenaikan penyaluran kredit di wilayah Bali Nusra—mencakup provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT)—per Oktober 2025. Pertumbuhan tercatat sebesar 8 persen jika dibandingkan periode sebelumnya.
Didominasi pembiayaan usaha produktif
Menurut catatan OJK, sebagian besar kredit yang disalurkan di kawasan tersebut digunakan untuk kegiatan usaha produktif. Hal ini menunjukkan bahwa aliran pembiayaan lebih banyak diarahkan ke aktivitas ekonomi yang mendukung produksi dan operasional usaha, ketimbang untuk kebutuhan konsumtif.
Dominasi kredit untuk usaha produktif mencerminkan peran lembaga keuangan dalam mendukung kegiatan bisnis lokal dan upaya pemulihan ekonomi regional. Penyaluran yang konsisten ke sektor-sektor produktif berpotensi membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kapasitas usaha di wilayah Bali Nusra.
Peran OJK dan arti data bagi pemangku kepentingan
Data OJK menjadi acuan penting bagi perbankan, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan daerah untuk memetakan kebutuhan pembiayaan serta merumuskan langkah-langkah kebijakan yang sesuai. Informasi tentang komposisi kredit memperlihatkan dinamika permintaan pembiayaan dan arah penggunaan dana di tingkat regional.
Bagi pelaku usaha, peningkatan penyaluran kredit ke segmen produktif dapat membuka peluang akses modal yang lebih baik. Sementara itu, bagi regulator dan otoritas daerah, data seperti ini diperlukan untuk melakukan pemantauan terhadap stabilitas sektor jasa keuangan serta mendukung kebijakan yang mendorong investasi produktif dan penciptaan lapangan kerja.
Konsekuensi bagi perkembangan ekonomi lokal
Peningkatan kredit yang berfokus pada kegiatan produktif umumnya berkaitan dengan perluasan kapasitas usaha dan peningkatan aktivitas ekonomi riil. Jika penyaluran terus diarahkan pada kegiatan yang memberi nilai tambah, hal ini berpotensi memperkuat ekonomi lokal dan menstimulasi pertumbuhan jangka menengah.
Namun demikian, OJK dan pelaku industri keuangan perlu terus memantau kualitas portofolio kredit agar pertumbuhan penyaluran tidak diikuti risiko yang meningkat. Pemantauan tersebut penting untuk menjaga kesehatan sistem keuangan sekaligus memastikan pembiayaan tersalurkan secara efektif.
Kesimpulan
Secara ringkas, laporan OJK menunjukkan bahwa penyaluran kredit di Bali Nusra pada Oktober 2025 naik sekitar 8 persen dan mayoritas dana digunakan untuk kegiatan produktif. Temuan ini menjadi indikator penting terkait peran pembiayaan perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi regional di Bali, NTB, dan NTT.
Foto: ANTARA News






