Plan Indonesia Salurkan Bantuan Tunai MPCA untuk 3.400 Keluarga di Aceh KAI Daop 2 Bandung Pantau 55 Titik Rawan Menjelang Mudik Lebaran 2026 Macron: Seorang Prajurit Prancis Meninggal Usai Diserang Drone di Irak Polda Metro Jaya Dalami Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Gasperini Akui Roma Kesulitan Menyamakan Ritme Permainan Fisik Bologna Gubernur Papua Barat Temui Menteri Pertanian untuk Bahas Penguatan Sektor Pangan

Ekonomi

Penyaluran Kredit di Bali Nusra Naik 8% per Oktober 2025, Didominasi Pembiayaan Produktif

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Penyaluran kredit di Bali Nusra menunjukkan pertumbuhan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya kenaikan penyaluran kredit di wilayah Bali Nusra—mencakup provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT)—per Oktober 2025. Pertumbuhan tercatat sebesar 8 persen jika dibandingkan periode sebelumnya.

Didominasi pembiayaan usaha produktif

Menurut catatan OJK, sebagian besar kredit yang disalurkan di kawasan tersebut digunakan untuk kegiatan usaha produktif. Hal ini menunjukkan bahwa aliran pembiayaan lebih banyak diarahkan ke aktivitas ekonomi yang mendukung produksi dan operasional usaha, ketimbang untuk kebutuhan konsumtif.

Dominasi kredit untuk usaha produktif mencerminkan peran lembaga keuangan dalam mendukung kegiatan bisnis lokal dan upaya pemulihan ekonomi regional. Penyaluran yang konsisten ke sektor-sektor produktif berpotensi membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kapasitas usaha di wilayah Bali Nusra.

Peran OJK dan arti data bagi pemangku kepentingan

Data OJK menjadi acuan penting bagi perbankan, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan daerah untuk memetakan kebutuhan pembiayaan serta merumuskan langkah-langkah kebijakan yang sesuai. Informasi tentang komposisi kredit memperlihatkan dinamika permintaan pembiayaan dan arah penggunaan dana di tingkat regional.

Bagi pelaku usaha, peningkatan penyaluran kredit ke segmen produktif dapat membuka peluang akses modal yang lebih baik. Sementara itu, bagi regulator dan otoritas daerah, data seperti ini diperlukan untuk melakukan pemantauan terhadap stabilitas sektor jasa keuangan serta mendukung kebijakan yang mendorong investasi produktif dan penciptaan lapangan kerja.

Konsekuensi bagi perkembangan ekonomi lokal

Peningkatan kredit yang berfokus pada kegiatan produktif umumnya berkaitan dengan perluasan kapasitas usaha dan peningkatan aktivitas ekonomi riil. Jika penyaluran terus diarahkan pada kegiatan yang memberi nilai tambah, hal ini berpotensi memperkuat ekonomi lokal dan menstimulasi pertumbuhan jangka menengah.

Namun demikian, OJK dan pelaku industri keuangan perlu terus memantau kualitas portofolio kredit agar pertumbuhan penyaluran tidak diikuti risiko yang meningkat. Pemantauan tersebut penting untuk menjaga kesehatan sistem keuangan sekaligus memastikan pembiayaan tersalurkan secara efektif.

Kesimpulan

Secara ringkas, laporan OJK menunjukkan bahwa penyaluran kredit di Bali Nusra pada Oktober 2025 naik sekitar 8 persen dan mayoritas dana digunakan untuk kegiatan produktif. Temuan ini menjadi indikator penting terkait peran pembiayaan perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi regional di Bali, NTB, dan NTT.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RUPST BCA Tetapkan Rasio Dividen 72% untuk Tahun Buku 2025

12 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

IHSG Ditutup Melemah, Mengikuti Bursa Asia Seiring Volatilitas Harga Minyak

12 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Bahlil Pastikan Ketersediaan BBM Aman dan Serukan Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying

10 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Kemenkeu Salurkan Tambahan Dana Transfer Rp4,39 Triliun untuk Tiga Provinsi Korban Bencana

10 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Mirae Asset: Lonjakan Harga Minyak Dorong Volatilitas Pasar Saham Domestik

10 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi