Jakarta — Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan arah strategis perusahaan melalui konsep “Pertamina Beyond Energy” yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap ketangguhan pasokan energi dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pendekatan Terpadu untuk Ketangguhan Energi
Dalam paparan tersebut, Simon Mantiri menegaskan bahwa Pertamina memandang ketangguhan energi sebagai salah satu prioritas utama. Pendekatan ini menekankan pentingnya menjaga keterjangkauan dan ketersediaan energi bagi masyarakat dan perekonomian, serta memastikan layanan bahan bakar dan energi berjalan lancar dalam berbagai kondisi.
Pertamina Beyond Energy digambarkan sebagai kerangka yang lebih luas daripada sekadar penyediaan bahan bakar tradisional. Langkah ini merefleksikan upaya untuk menajamkan peran perusahaan dalam menjaga kesinambungan pasokan energi sekaligus merespons tuntutan keberlanjutan yang semakin mengemuka.
Komitmen Terhadap Lingkungan
Selain aspek ketahanan, penekanan kuat juga diberikan pada komitmen lingkungan. Konsep yang dipaparkan menempatkan kepedulian terhadap dampak lingkungan sebagai bagian integral dari strategi perusahaan. Hal ini mencerminkan kesadaran atas tanggung jawab korporasi dalam mengurangi tekanan terhadap ekosistem dan menyelaraskan kegiatan usaha dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Pengelolaan lingkungan yang disinggung menggarisbawahi pentingnya mitigasi dampak operasional dan upaya untuk menyesuaikan praktik bisnis dengan standar yang mendukung perlindungan lingkungan serta kepatuhan terhadap regulasi terkait.
Peran Kepemimpinan Korporat
Paparan tersebut juga menempatkan Pertamina dalam posisi kepemimpinan di sektor energi. Simon Mantiri menonjolkan tanggung jawab perusahaan tidak hanya kepada pemangku kepentingan internal, tetapi juga kepada publik yang bergantung pada stabilitas pasokan energi. Kepemimpinan ini mencakup kemampuan merespons dinamika pasar, perubahan iklim kebijakan, serta tantangan operasional yang mempengaruhi ketahanan energi nasional.
Dengan menegaskan visi beyond energy, Pertamina berupaya menunjukkan bahwa peran sebuah perusahaan energi dapat melampaui fungsi tradisionalnya menjadi pendorong transisi menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan tangguh.
Kolaborasi dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Dalam konteks implementasi, penekanan diberikan pada perlunya kerja sama antara perusahaan, pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Pendekatan kolaboratif dianggap krusial untuk mencapai tujuan ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan secara efektif. Dialog dan sinergi antarpihak menjadi salah satu elemen penting agar kebijakan dan program yang dikembangkan dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan nasional.
Kesimpulan
Paparan Direktur Utama tersebut menegaskan bahwa Pertamina Beyond Energy merupakan pernyataan niat perusahaan untuk memperkuat ketahanan energi sambil memegang teguh komitmen terhadap lingkungan. Konsep ini menjadi landasan bagi Pertamina dalam merumuskan langkah-langkah strategis ke depan yang berpijak pada tanggung jawab korporat dan kepentingan publik.
Dengan menempatkan ketangguhan pasokan dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari visi korporat, Pertamina menunjukkan arah yang ingin ditempuh sebagai perusahaan energi yang berperan aktif dalam mendukung stabilitas dan pembangunan berkelanjutan.
Foto: ANTARA News






