Polda Maluku Mulai Sidang Komisi Kode Etik terhadap Anggota Brimob
Polda Maluku menggelar sidang komisi kode etik untuk memeriksa tindak disipliner yang diduga dilakukan oleh Bripda Masias Siahaya, anggota Brigade Mobil (Brimob), yang terlibat dalam insiden penembakan yang mengakibatkan tewasnya seorang pelajar.
Proses pemeriksaan etik
Sidang komisi kode etik merupakan mekanisme internal kepolisian yang bertujuan menilai apakah perilaku anggota telah melanggar aturan profesi, standar perilaku, dan kode etik institusi. Dalam kasus ini, Polda Maluku menempatkan perkara tersebut ke ranah etik untuk memastikan ada penilaian profesional terhadap tindakan anggota yang bersangkutan.
Peran komisi kode etik
Komisi etik berfungsi menelaah bukti, mendengar keterangan dari pihak terkait, dan memutuskan apakah terdapat pelanggaran kode etik. Keputusan komisi dapat berujung pada rekomendasi sanksi administrasi atau tindakan disipliner sesuai ketentuan internal kepolisian. Sidang semacam ini terpisah dari proses pidana atau penyelidikan kepolisian yang mungkin berjalan paralel.
Kasus yang menjadi fokus
Perkara yang sedang diperiksa menyangkut keterlibatan Bripda Masias Siahaya dalam kejadian yang mengakibatkan kematian seorang pelajar. Karena sidang difokuskan pada aspek etik, penilaian akan berpusat pada apakah tindakan anggota sesuai dengan prosedur pelayanan, penggunaan wewenang, hingga penerapan standar operasional yang berlaku bagi anggota Brimob.
Transparansi dan langkah selanjutnya
Polda Maluku menyelenggarakan sidang ini di hadapan komisi yang bertanggung jawab menegakkan kode etik internal. Hasil sidang diharapkan memberikan kepastian atas tindakan yang layak diambil secara institusi. Bila ditemukan pelanggaran, rekomendasi komisi dapat memengaruhi status keanggotaan dan karier personel terkait.
Pemisahan ranah etik dan pidana
Penting dipahami bahwa pemeriksaan etik tidak selalu berkaitan langsung dengan putusan hukum pidana. Proses pidana, bila sedang berjalan atau akan dilanjutkan, akan mengikuti jalur penegakan hukum yang berbeda. Sedangkan sidang kode etik fokus pada standar profesional dan disiplin internal kepolisian.
Harapan publik terhadap proses
Masyarakat umum sering mengharapkan adanya transparansi dan akuntabilitas ketika aparat terlibat dalam insiden serius seperti ini. Penyelenggaraan sidang komisi kode etik oleh Polda Maluku merupakan salah satu bentuk respons institusi untuk meninjau perilaku anggota dan memastikan mekanisme internal berjalan sesuai ketentuan.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan anggota Brimob dan berakhir dengan korban jiwa pelajar. Sidang etik mencoba menghadirkan pemeriksaan terhadap aspek perilaku profesional anggota, sementara proses lain yang berkaitan dengan tanggung jawab hukum dapat berjalan secara terpisah sesuai ketentuan yang berlaku.
Berita ini menggambarkan langkah institusi kepolisian dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik di internalnya, dengan harapan menghasilkan keputusan yang adil dan sesuai aturan.
Foto: ANTARA News






