BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Humaniora

Program CekTemanSebelah: Laporan Kebaikan Memicu Peningkatan Empati di Kalangan Remaja Jakarta

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Program sederhana, dampak pada empati remaja

Health Collaborative Center (HCC) menyatakan bahwa 541 siswa di Jakarta mengikuti Program CekTemanSebelah dan menunjukkan peningkatan kemampuan empati. Inisiatif ini menyoroti bagaimana aktivitas sederhana yang berkaitan dengan pengakuan kebaikan dapat berpengaruh pada hubungan antarremaja di lingkungan sekolah maupun komunitas.

Apa yang dilaporkan peserta?

Nama program tersebut memberi gambaran inti kegiatannya: mengajak peserta untuk memperhatikan dan melaporkan tindakan baik yang dilakukan oleh teman-teman mereka. Dari hasil yang disampaikan HCC, keterlibatan peserta dalam kegiatan ini berasosiasi dengan peningkatan sikap empatik, meskipun rincian teknis pelaksanaan dan alat yang dipakai tidak diuraikan lebih jauh dalam keterangan yang disampaikan.

Kenapa pengakuan kebaikan penting?

Pemberian perhatian pada tindakan positif seseorang dapat memperkuat ikatan sosial dan membentuk pola interaksi yang lebih hangat. Ketika tindakan baik diakui dan dihargai, individu cenderung merasa didukung dan termotivasi untuk meneruskan perilaku positif tersebut. Bagi remaja, fase perkembangan yang penuh dinamika sosial, dorongan semacam ini bisa membantu membangun keterampilan memahami perasaan dan sudut pandang orang lain.

Implikasi untuk lingkungan sekolah dan komunitas

Peningkatan empati di kalangan siswa berpotensi menimbulkan efek berantai: suasana yang lebih inklusif, pengurangan konflik antarindividu, dan peningkatan kualitas dukungan sosial di lingkungan sekitarnya. Meski data yang disampaikan berfokus pada jumlah peserta dan kesimpulan umum tentang tren empati, temuan tersebut memberi petunjuk bahwa program-program berbasis pengakuan positif layak dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pengembangan karakter dan kesejahteraan siswa.

Poin yang perlu dipertimbangkan

Sementara hasil awal menunjukkan kecenderungan positif, informasi yang tersedia tidak merinci metode penilaian empati, durasi intervensi, atau perbandingan dengan kelompok kontrol. Untuk menguatkan bukti efektivitas, penelitian lanjutan yang memaparkan metodologi dan indikator pengukuran akan berguna. Namun demikian, laporan HCC menegaskan bahwa keterlibatan ratusan siswa dalam program ini memberikan gambaran awal yang menggembirakan.

Penutup

Inisiatif seperti CekTemanSebelah menunjukkan bahwa upaya sederhana yang menempatkan perhatian pada kebaikan antarrekan dapat mendukung pembentukan kemampuan empati di kalangan remaja. Menurut HCC, keterlibatan 541 siswa Jakarta dalam program ini berkaitan dengan peningkatan empati, dan pengalaman tersebut memberikan dasar bagi diskusi lebih lanjut mengenai peran program serupa dalam pengembangan sosial-emosional anak dan remaja.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Program Makan Bergizi Gratis Kini Menjangkau Lansia dan Penyandang Disabilitas

24 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Makna Hari Raya dalam Memperkuat Fungsi Keluarga

23 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Lebaran dan Kewajiban untuk Bahagia: Antara Tradisi dan Harapan

23 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1

22 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Dubes RI untuk Thailand Tekankan Persatuan dan Silaturahmi pada Perayaan Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora