Inisiatif untuk Pulihkan Trauma Pasca Banjir
Sub Holding PTPN III (Persero), melalui unitnya PTPN IV PalmCo, mengambil langkah untuk membantu pemulihan psikologis warga yang terdampak banjir lewat program bertajuk “Pondok Rangkul”. Program ini diperkenalkan sebagai bagian dari respons perusahaan terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh bencana banjir.
Penamaan “Pondok Rangkul” menegaskan fokus pada pemulihan emosi dan dukungan kemanusiaan. Upaya semacam ini menempatkan aspek pemulihan mental di samping bantuan materiil, karena pengalaman menghadapi bencana sering membawa trauma yang memerlukan perhatian khusus agar masyarakat bisa kembali pulih secara menyeluruh.
Fokus dan Makna Program
Inisiatif tersebut diarahkan untuk memberikan ruang bagi warga yang terdampak untuk menerima pendampingan dan bantuan yang relevan dengan kebutuhan pemulihan psikologis. Pendekatan semacam ini penting untuk membantu masyarakat bangkit dari tekanan pascabencana dan memperkuat ketahanan sosial komunitas terdampak.
Pelaksanaan program oleh perusahaan BUMN menunjukkan peran serta sektor korporasi dalam respons bencana, tidak hanya dari sisi logistik dan bantuan material tetapi juga dalam aspek pemulihan jangka panjang. Hal ini mencerminkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap korban bencana melibatkan berbagai dimensi, termasuk kesejahteraan mental.
Peran Komunitas dan Kepedulian Bersama
Keberadaan langkah yang berfokus pada trauma healing dapat membantu memulihkan rasa aman dan saling percaya di antara warga yang terdampak. Selain itu, program seperti ini mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk bekerja sama dalam pemulihan pascabencana.
Upaya pemulihan mental menjadi bagian dari proses rekonstruksi sosial, di mana dukungan yang berkelanjutan dibutuhkan agar dampak psikologis tidak berlarut-larut. Keberlanjutan dan sinergi antara perusahaan, komunitas lokal, dan pemangku kepentingan lain kerap menjadi kunci efektifitas program pemulihan seperti ini.
Pesan Penutup
Inisiatif PTPN IV PalmCo lewat “Pondok Rangkul” menegaskan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam menangani dampak bencana. Memulihkan kondisi fisik dan material saja tidak cukup; perhatian terhadap kondisi psikologis korban juga diperlukan agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih tuntas dan berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan ada peningkatan kesadaran mengenai kebutuhan pemulihan psikososial pada korban bencana dan terjalinnya kolaborasi yang lebih luas demi mendukung proses rehabilitasi komunitas terdampak.
Foto: ANTARA News






