Polres Cirebon Catat Peningkatan Arus Kendaraan di Pantura Jelang Puncak Mudik Pemerintah Susun Rencana Efisiensi untuk Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen Potret Teheran Terkoyak: Menyusuri Jalanan yang Porak-poranda Mendiktisaintek Ajak Kampus Tingkatkan Inovasi dalam Daur Ulang Sampah Pemprov Jateng Memberangkatkan Lebih dari 16 Ribu Peserta Mudik Gratis di TMII Serangan TPNPB di Kawasan Tambrauw-Grasberg Dinilai Mengganggu Stabilitas Sosial

Humaniora

Puasa Ayyamul Bidh Sambut Rajab 1447 H: Jadwal Umum dan Bacaan Niat

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 H

Memasuki bulan Rajab 1447 H, umat Islam kembali diingatkan untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini merupakan tradisi yang dianjurkan dalam kalender Hijriah dan biasa dilakukan secara berulang setiap bulan.

Apa itu Ayyamul Bidh?

Ayyamul Bidh secara harfiah berarti “hari-hari putih” dan merujuk pada tiga hari tertentu dalam setiap bulan Hijriah. Secara umum, tiga hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Pelaksanaannya berlangsung mulai terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari-hari yang dimaksud.

Jadwal Umum

Untuk tiap bulan Hijriah, termasuk Rajab 1447 H, pelaksanaan Ayyamul Bidh mengikuti ketentuan tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Karena penanggalan Hijriah bergerak relatif terhadap kalender Masehi, tanggal-tanggal ini berpindah setiap tahun jika dilihat dalam kalender Gregorian.

Bacaan Niat Puasa

Penting bagi pelaksana puasa untuk membaca niat sebelum memulai puasa. Berikut adalah bentuk niat yang umum digunakan:

Dalam bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيَضِ لِلَّهِ تَعَالَى

Transliterasi:
Nawaitu shauma ayyami al-bidh lillahi ta’ala.

Terjemahan singkat:
Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.

Pelaksanaan dan Ketentuan

Secara praktis, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa sunnah lainnya: dimulai dari terbit fajar (waktu imsak) hingga terbenam matahari (waktu berbuka). Puasa ini dapat dilakukan secara berjamaah dalam keluarga atau masing-masing individu, tergantung kemampuan dan niat pribadi.

Catatan

Karena Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang berulang setiap bulan, umat Islam yang ingin melaksanakannya disarankan menyesuaikan niat dan jadwal dengan penanggalan Hijriah setempat. Bagi yang ragu atas tanggal Hijriah tertentu, dapat mengacu pada penetapan awal bulan dari pihak berwenang atau otoritas keagamaan setempat.

Dengan datangnya bulan Rajab 1447 H, umat dapat memanfaatkan momentum ini untuk menunaikan ibadah sunnah seperti Ayyamul Bidh sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Produksi Kue Kering Menyambut Lebaran

15 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Pemprov DKI Tetapkan 16 Objek Sebagai Cagar Budaya pada 2025

14 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Sumbar Ajukan Proposal Pusat Kebudayaan Ranah Minang Senilai Rp382 Miliar

14 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Kemenhaj Perkuat Regulasi Haji Inklusif untuk Lansia dan Perempuan

14 Maret 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Plan Indonesia Salurkan Bantuan Tunai MPCA untuk 3.400 Keluarga di Aceh

13 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora