BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

Purbaya Minta Direksi BEI Berperan Sebagai ‘Pembasmi’ Saham Gorengan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Purbaya Dorong Direksi BEI Ambil Langkah Tegas terhadap Saham Gorengan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan harapan agar jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memainkan peran aktif menjadi “pembasmi” saham gorengan. Pernyataan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap upaya memperkuat kondisi pasar modal.

Istilah “saham gorengan” merujuk pada instrumen yang harganya bergerak tidak wajar karena aktivitas spekulatif atau manipulatif, sehingga menimbulkan risiko bagi pelaku pasar dan investor ritel. Dengan meminta direksi BEI untuk bertindak tegas, Purbaya menekankan pentingnya upaya pengawasan dan penanganan yang efektif guna meminimalkan praktik-praktik yang merugikan tersebut.

Harapan terhadap peran bursa

Permintaan Menkeu ini menempatkan BEI di posisi yang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menegakkan tata kelola pasar yang sehat. Direksi bursa, sebagai pengelola dan regulator internal, dipandang memiliki kewenangan dan kapasitas untuk menerapkan kebijakan yang dapat memperkecil celah bagi praktik perdagangan tidak wajar.

Upaya yang sering dibahas dalam penanganan

Dalam konteks umum, penanggulangan saham gorengan biasanya mencakup penguatan pengawasan perdagangan, peningkatan transparansi informasi emiten, dan penerapan sanksi yang jelas terhadap pelanggaran. Selain itu, penyempurnaan mekanisme listing dan delisting serta peningkatan literasi investor kerap dianggap sebagai bagian dari strategi menyeluruh untuk menurunkan volatilitas yang disebabkan oleh aktivitas spekulatif.

Meski demikian, langkah konkret dan rincian kebijakan berada dalam ranah wewenang BEI dan otoritas terkait. Permintaan dari Menkeu memberi sinyal adanya ekspektasi pemerintah agar otoritas pasar modal bergerak lebih proaktif, namun penerapan teknis kebijakan tetap mengikuti proses korporasi dan regulasi yang berlaku.

Dampak pada kepercayaan pasar

Fokus pada pengurangan praktik perdagangan yang merugikan dipandang penting untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal. Stabilitas harga, keterbukaan informasi, dan kepastian aturan merupakan faktor yang mendorong partisipasi investor jangka panjang serta mendukung perkembangan pasar modal yang lebih matang.

Dengan menyerukan peran aktif direksi BEI, Purbaya mengingatkan kembali pentingnya sinergi antara regulator, pengelola bursa, dan pelaku pasar untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat.

Penutup

Pernyataan Menteri Keuangan ini mencerminkan perhatian terhadap pengelolaan pasar modal di Indonesia. Harapan agar direksi BEI bertindak sebagai “pembasmi” saham gorengan menekankan kebutuhan akan langkah-langkah yang dapat meningkatkan integritas pasar sekaligus melindungi kepentingan investor.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi