BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Ekonomi

Purbaya Minta Direksi BEI Berperan Sebagai ‘Pembasmi’ Saham Gorengan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Purbaya Dorong Direksi BEI Ambil Langkah Tegas terhadap Saham Gorengan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan harapan agar jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memainkan peran aktif menjadi “pembasmi” saham gorengan. Pernyataan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap upaya memperkuat kondisi pasar modal.

Istilah “saham gorengan” merujuk pada instrumen yang harganya bergerak tidak wajar karena aktivitas spekulatif atau manipulatif, sehingga menimbulkan risiko bagi pelaku pasar dan investor ritel. Dengan meminta direksi BEI untuk bertindak tegas, Purbaya menekankan pentingnya upaya pengawasan dan penanganan yang efektif guna meminimalkan praktik-praktik yang merugikan tersebut.

Harapan terhadap peran bursa

Permintaan Menkeu ini menempatkan BEI di posisi yang diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menegakkan tata kelola pasar yang sehat. Direksi bursa, sebagai pengelola dan regulator internal, dipandang memiliki kewenangan dan kapasitas untuk menerapkan kebijakan yang dapat memperkecil celah bagi praktik perdagangan tidak wajar.

Upaya yang sering dibahas dalam penanganan

Dalam konteks umum, penanggulangan saham gorengan biasanya mencakup penguatan pengawasan perdagangan, peningkatan transparansi informasi emiten, dan penerapan sanksi yang jelas terhadap pelanggaran. Selain itu, penyempurnaan mekanisme listing dan delisting serta peningkatan literasi investor kerap dianggap sebagai bagian dari strategi menyeluruh untuk menurunkan volatilitas yang disebabkan oleh aktivitas spekulatif.

Meski demikian, langkah konkret dan rincian kebijakan berada dalam ranah wewenang BEI dan otoritas terkait. Permintaan dari Menkeu memberi sinyal adanya ekspektasi pemerintah agar otoritas pasar modal bergerak lebih proaktif, namun penerapan teknis kebijakan tetap mengikuti proses korporasi dan regulasi yang berlaku.

Dampak pada kepercayaan pasar

Fokus pada pengurangan praktik perdagangan yang merugikan dipandang penting untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal. Stabilitas harga, keterbukaan informasi, dan kepastian aturan merupakan faktor yang mendorong partisipasi investor jangka panjang serta mendukung perkembangan pasar modal yang lebih matang.

Dengan menyerukan peran aktif direksi BEI, Purbaya mengingatkan kembali pentingnya sinergi antara regulator, pengelola bursa, dan pelaku pasar untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat.

Penutup

Pernyataan Menteri Keuangan ini mencerminkan perhatian terhadap pengelolaan pasar modal di Indonesia. Harapan agar direksi BEI bertindak sebagai “pembasmi” saham gorengan menekankan kebutuhan akan langkah-langkah yang dapat meningkatkan integritas pasar sekaligus melindungi kepentingan investor.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Interactive Brokers Buka Fasilitas Transfer Portofolio Kripto untuk Menekan Biaya dan Memperluas Akses Pasar

26 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Pegadaian Menguat, UBS Rp2,862 Juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 Juta/gr

26 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Rupiah Dapat Sentimen Positif dari Ekspektasi Gencatan Senjata AS–Iran

25 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis

25 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi