Puspaga Tekankan Peran Dukungan Emosional Orang Tua
Psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Banten, Glori Telis Amanta menegaskan bahwa dukungan emosional orang tua memegang peranan penting sebagai penyemangat bagi anak dalam proses belajar. Menurutnya, perhatian dan dukungan yang konsisten dari keluarga membantu anak mempertahankan motivasi serta rasa percaya diri saat menghadapi tantangan sekolah.
Apa yang Dimaksud Dukungan Emosional?
Dukungan emosional yang dimaksud tidak selalu bersifat rumit atau formal. Bentuk-bentuk sederhana seperti memberi pujian atas usaha, mendengarkan keluh kesah anak, dan menunjukkan empati ketika mereka menghadapi kesulitan belajar dapat menjadi sumber semangat bagi anak. Glori menggarisbawahi pentingnya suasana rumah yang hangat dan komunikatif agar anak merasa aman untuk mengungkapkan perasaan dan kesulitan yang dialami saat belajar.
Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Motivasi Belajar
Lingkungan keluarga menjadi konteks utama di mana anak mengembangkan sikap terhadap belajar. Saat orang tua menyediakan dukungan emosional, anak cenderung lebih terbuka menerima bimbingan, berani mencoba hal baru, dan tidak cepat menyerah ketika menemui hambatan akademis. Puspaga mendorong orang tua agar aktif menciptakan iklim rumah yang mendukung proses belajar tanpa menimbulkan tekanan berlebih.
Cara Sederhana Memperkuat Dukungan Emosional
Glori menyarankan beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua untuk memperkuat dukungan emosional, antara lain menjadwalkan waktu berkualitas bersama anak, memberi ruang bagi anak untuk bercerita tentang pengalaman belajarnya, serta mengakui usaha anak meskipun hasilnya belum sempurna. Pendekatan yang hangat dan konsisten menghasilkan rasa aman yang mendorong anak lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.
Peran Puspaga dalam Mendukung Keluarga
Sebagai bagian dari upaya mendukung keluarga, Puspaga hadir sebagai sumber informasi dan pembelajaran mengenai pola pengasuhan yang mendukung perkembangan anak. Layanan-layanan yang difokuskan pada peningkatan kompetensi orang tua dan komunikasi keluarga diharapkan membantu menciptakan kondisi emosional yang kondusif untuk proses belajar anak.
Kesimpulan
Intinya, dukungan emosional dari orang tua bukan hanya soal menyemangati sesaat, melainkan membentuk fondasi psikologis yang membuat anak lebih termotivasi, percaya diri, dan tahan terhadap tantangan belajar. Puspaga Kota Tangerang mengingatkan bahwa perhatian rutin dan komunikasi hangat di rumah menjadi kunci penting dalam meningkatkan minat dan semangat belajar anak.
Foto: ANTARA News






