Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Ekonomi

Rosan: EBT dan Waste-to-Energy Masuk Daftar Sektor Potensial pada 2026

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Rosan Soroti Peluang di EBT dan Waste-to-Energy pada 2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyoroti sejumlah sektor yang dinilai mempunyai potensi berkembang pada tahun 2026. Di antara sektor yang disebutkan, Rosan menekankan pentingnya pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta proyek waste-to-energy sebagai peluang yang menjanjikan.

Fokus pada energi berkelanjutan

Rosan menyampaikan bahwa pergeseran ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan menjadi salah satu perhatian utama bagi investasi dan hilirisasi. Menurutnya, perhatian terhadap EBT meningkat karena kebutuhan untuk memperkuat ketahanan energi serta mendukung target lingkungan jangka panjang. Sektor ini, menurut Rosan, dipandang strategis bagi pengembangan industri dan investasi di dalam negeri.

Potensi dari pemanfaatan limbah

Sektor waste-to-energy juga disebut sebagai area yang berpeluang berkembang. Inisiatif untuk mengolah limbah menjadi energi dinilai memiliki nilai tambah, tidak hanya dari sisi penyediaan energi tetapi juga dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah. Rosan menilai pendekatan ini bisa membuka peluang baru bagi pengolahan dan hilirisasi sumber daya lokal.

Signifikansi bagi investor dan industri hilir

Pernyataan Rosan menggarisbawahi harapan bahwa kedua sektor tersebut akan menarik minat pelaku usaha dan investor. Dengan menempatkan EBT dan waste-to-energy sebagai prioritas, ada potensi bagi tumbuhnya rantai nilai baru yang memberi ruang bagi industri hilir untuk berkembang, termasuk pengolahan, teknologi terkait, dan layanan pendukung.

Rosan menekankan perlunya sinergi antara kebijakan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar peluang tersebut dapat dioptimalkan. Kepedulian terhadap aspek regulasi, kesiapan infrastruktur, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi faktor penting dalam mewujudkan potensi investasi ini.

Peluang dan tantangan

Sektor EBT dan waste-to-energy menawarkan prospek pengembangan yang menarik, namun juga menuntut kesiapan dalam berbagai aspek. Pengembangan teknologi, kapasitas sumber daya manusia, serta pembiayaan menjadi beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian. Rosan menyoroti bahwa pemanfaatan peluang ini harus berjalan seiring dengan penguatan kebijakan dan dukungan yang memadai.

Pandangan pragmatis terhadap pertumbuhan sektor

Pernyataan yang disampaikan Rosan menempatkan EBT dan pemanfaatan limbah sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai tambah nasional. Dengan mengidentifikasi sektor-sektor yang berpotensi pada 2026, pemerintah diharapkan dapat memetakan langkah-langkah yang diperlukan untuk menarik investasi serta memperkuat kapasitas industri domestik.

Keseluruhan pernyataan Menteri Investasi dan Hilirisasi itu menunjukkan adanya fokus pada transformasi ekonomi menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan efisien. Bagaimana langkah konkret berikutnya akan dirancang dan diimplementasikan akan menjadi penentu sejauh mana potensi yang disebutkan dapat terealisasi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

26 April 2026 - 16:02 WIB

ANTARA News

Ketua MPR RI Dukung Inisiatif Ekonomi Kreatif di Banyumas

26 April 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

DPR Dorong Kebijakan Terpadu untuk Stabilitas Rupiah

25 April 2026 - 14:01 WIB

ANTARA News

Anggota DPR: Sinergi Antarprovinsi Penting untuk Perekonomian Sumatera

24 April 2026 - 12:47 WIB

ANTARA News

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi