Inovasi dari Kampus untuk Mobilitas Mandiri
Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI) mengembangkan sebuah perangkat wearable bernama RunSight. Alat ini dirancang khusus untuk membantu individu dengan disabilitas visual agar dapat melakukan aktivitas berlari secara mandiri.
Tujuan dan gagasan utama
RunSight dibuat dengan tujuan menyediakan solusi yang memungkinkan penyandang disabilitas visual memiliki kemandirian lebih saat berolahraga. Ide ini lahir dari kebutuhan untuk membuka akses aktivitas fisik bagi kelompok yang selama ini kerap bergantung pada pendamping atau alat bantu tradisional.
Manfaat bagi pengguna
Perangkat wearable seperti RunSight diharapkan dapat meningkatkan mobilitas, kepercayaan diri, dan kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan olahraga. Dengan adanya alat yang mengakomodasi kebutuhan khusus, para pengguna berpotensi merasakan kebebasan yang lebih besar dalam menentukan rute dan tempo lari tanpa selalu membutuhkan pendamping.
Peran mahasiswa dan lingkungan akademik
Pengembangan RunSight merupakan contoh pengaplikasian ilmu dan kreativitas dari lingkungan akademik untuk menjawab tantangan aksesibilitas. Proyek ini menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan pengetahuan teknis mereka untuk menciptakan solusi yang berorientasi pada kebutuhan sosial dan kesehatan masyarakat.
Peluang dan makna sosial
Inisiatif seperti RunSight memiliki nilai lebih dari sekadar teknologi; ia juga menjadi langkah menuju inklusi yang lebih luas dalam bidang olahraga dan aktivitas publik. Ketersediaan perangkat yang mendukung kemandirian dapat membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi penyandang disabilitas visual di komunitas dan fasilitas umum.
Penutup
RunSight merupakan bukti bahwa inovasi dari kalangan mahasiswa dapat berperan nyata dalam meningkatkan kualitas hidup. Dengan fokus pada kebutuhan khusus dan penerapan solusi wearable, proyek ini berpotensi menjadi salah satu kontribusi penting dalam upaya memperluas aksesibilitas kegiatan fisik bagi penyandang disabilitas visual.

Foto: ANTARA News






