BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Humaniora

Serabi Kalibeluk Batang: Kuliner Tradisional yang Bertahan Sejak Zaman Mataram Islam

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Setiap daerah di Indonesia memiliki warisan kuliner yang menjadi bagian identitasnya. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, salah satu penganan tradisional yang masih bertahan hingga kini adalah Serabi Kalibeluk. Menurut liputan Antara, serabi ini dikenal sebagai bagian dari tradisi kuliner setempat dan memiliki jejak sejarah yang panjang, bahkan disebut bertahan sejak zaman Mataram Islam.

Warisan kuliner yang bertahan lama

Keberadaan Serabi Kalibeluk yang bertahan dari masa lampau hingga sekarang menunjukkan bagaimana makanan tradisional bisa menjadi penanda budaya dan kontinuitas sejarah lokal. Liputan sumber menegaskan bahwa serabi ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi yang terus dilestarikan di komunitas Batang.

Peran masyarakat dan penjual lokal

Dalam foto yang menyertai laporan, terlihat pedagang Serabi Kalibeluk yang masih aktif menjajakan penganan tersebut. Kehadiran para penjual lokal seperti ini menjadi salah satu unsur penting yang menjaga agar tradisi kuliner tidak punah. Penjual-penjual tersebut memudahkan akses masyarakat dan pengunjung untuk menikmati serabi, sehingga pengalaman kuliner tradisional tetap hidup dalam kegiatan sehari-hari.

Nilai sejarah dan budaya

Disebutkannya kaitan Serabi Kalibeluk dengan era Mataram Islam menempatkan penganan ini dalam konteks sejarah yang lebih luas. Makanan tradisional sering mencerminkan proses sosial, budaya, dan ekonomi yang berlangsung lintas generasi. Dalam hal ini, Serabi Kalibeluk menjadi simbol continuity, yang mengingatkan penduduk setempat pada akar sejarah dan identitas kolektif mereka.

Pelestarian kuliner lokal

Pelestarian makanan tradisional seperti Serabi Kalibeluk memerlukan minat dari berbagai pihak — termasuk masyarakat setempat, generasi muda, dan pelaku usaha mikro yang menjaga praktik pembuatan serta penyajiannya. Liputan sumber memberi gambaran bagaimana tradisi ini tetap hidup melalui praktik sehari-hari dan keterlibatan penjual lokal.

Mengingat peran makanan tradisional dalam menjaga identitas daerah, upaya untuk mendokumentasikan dan mengangkat kembali kuliner seperti Serabi Kalibeluk dapat membantu mengenalkan warisan ini kepada khalayak lebih luas tanpa menghilangkan nilai keasliannya.

Penutup

Serabi Kalibeluk di Kabupaten Batang merupakan contoh bagaimana sebuah penganan tradisional mampu bertahan melewati zaman dan tetap relevan dalam kehidupan komunitas lokal. Liputan Antara yang mengangkat kisah serabi ini menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat dan pelaku lokal dalam menjaga warisan kuliner agar terus hidup bagi generasi berikutnya.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mendukbangga: Program Makan Bergizi Berperan Turunkan Stunting di Jawa Barat

12 Januari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dosen Sekolah Vokasi Undip Anggun Puspitarini Siswanto Raih Penghargaan dari Kampus di Jerman

12 Januari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Menteri PPPA Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Ibu dan Balita di Kebumen

11 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Makam Kerajaan Ungkap Koleksi Satwa Langka Tertua di China

11 Januari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Situbondo Bersiap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35: Serangkaian Persiapan Dilakukan

11 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora