Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic

Humaniora

Serabi Kalibeluk Batang: Kuliner Tradisional yang Bertahan Sejak Zaman Mataram Islam

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Setiap daerah di Indonesia memiliki warisan kuliner yang menjadi bagian identitasnya. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, salah satu penganan tradisional yang masih bertahan hingga kini adalah Serabi Kalibeluk. Menurut liputan Antara, serabi ini dikenal sebagai bagian dari tradisi kuliner setempat dan memiliki jejak sejarah yang panjang, bahkan disebut bertahan sejak zaman Mataram Islam.

Warisan kuliner yang bertahan lama

Keberadaan Serabi Kalibeluk yang bertahan dari masa lampau hingga sekarang menunjukkan bagaimana makanan tradisional bisa menjadi penanda budaya dan kontinuitas sejarah lokal. Liputan sumber menegaskan bahwa serabi ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi yang terus dilestarikan di komunitas Batang.

Peran masyarakat dan penjual lokal

Dalam foto yang menyertai laporan, terlihat pedagang Serabi Kalibeluk yang masih aktif menjajakan penganan tersebut. Kehadiran para penjual lokal seperti ini menjadi salah satu unsur penting yang menjaga agar tradisi kuliner tidak punah. Penjual-penjual tersebut memudahkan akses masyarakat dan pengunjung untuk menikmati serabi, sehingga pengalaman kuliner tradisional tetap hidup dalam kegiatan sehari-hari.

Nilai sejarah dan budaya

Disebutkannya kaitan Serabi Kalibeluk dengan era Mataram Islam menempatkan penganan ini dalam konteks sejarah yang lebih luas. Makanan tradisional sering mencerminkan proses sosial, budaya, dan ekonomi yang berlangsung lintas generasi. Dalam hal ini, Serabi Kalibeluk menjadi simbol continuity, yang mengingatkan penduduk setempat pada akar sejarah dan identitas kolektif mereka.

Pelestarian kuliner lokal

Pelestarian makanan tradisional seperti Serabi Kalibeluk memerlukan minat dari berbagai pihak — termasuk masyarakat setempat, generasi muda, dan pelaku usaha mikro yang menjaga praktik pembuatan serta penyajiannya. Liputan sumber memberi gambaran bagaimana tradisi ini tetap hidup melalui praktik sehari-hari dan keterlibatan penjual lokal.

Mengingat peran makanan tradisional dalam menjaga identitas daerah, upaya untuk mendokumentasikan dan mengangkat kembali kuliner seperti Serabi Kalibeluk dapat membantu mengenalkan warisan ini kepada khalayak lebih luas tanpa menghilangkan nilai keasliannya.

Penutup

Serabi Kalibeluk di Kabupaten Batang merupakan contoh bagaimana sebuah penganan tradisional mampu bertahan melewati zaman dan tetap relevan dalam kehidupan komunitas lokal. Liputan Antara yang mengangkat kisah serabi ini menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat dan pelaku lokal dalam menjaga warisan kuliner agar terus hidup bagi generasi berikutnya.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Temanggung Ajak Murid TK Kunjungi Panti, Tekankan Pentingnya Empati Sejak Dini

27 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cahaya 1.008 Dipa dan Irama Damaru Mewarnai Malam di Candi Prambanan

27 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Kemendikdasmen dan BPS Bersinergi Perkuat Ketepatan Data Pendidikan

27 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Kemensos Perkuat Manajemen Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan

26 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Human Initiative Buka Kembali Program “Qurban Early Bird” untuk Memperluas Jangkauan

26 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora