Wakil Menteri Ajak Kampus Fokus pada Riset untuk Kebutuhan Warga
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mendorong perguruan tinggi di Sumbawa untuk memperkuat kegiatan penelitian yang berorientasi pada kebutuhan warga. Pernyataan itu menekankan peran kampus sebagai sumber pengetahuan dan solusi yang relevan dengan persoalan lokal.
Riset berbasis kebutuhan warga mengutamakan pengembangan studi yang langsung menjawab masalah atau peluang yang ada di masyarakat. Pendekatan ini menempatkan warga sebagai penerima manfaat sekaligus mitra dalam proses penelitian, sehingga hasil yang diperoleh lebih aplikatif dan dapat diimplementasikan secara nyata.
Menurut dorongan tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu merancang program penelitian yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada penerapan praktis. Kegiatan riset semacam ini umumnya melibatkan dialog dengan komunitas lokal untuk memahami prioritas dan kendala yang dihadapi warga, serta merumuskan solusi berbasis bukti.
Pentingnya keterkaitan antara institusi akademik dan kebutuhan sosial-ekonomi daerah sering disebut sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi. Dengan menyesuaikan agenda penelitian terhadap kondisi setempat, kampus dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan potensi daerah.
Upaya memperkuat riset yang responsif terhadap kebutuhan warga juga dapat mendorong kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga internasional. Kolaborasi seperti ini dimaksudkan untuk mempercepat penerapan hasil penelitian serta memastikan keberlanjutan manfaat bagi komunitas.
Sementara itu, penguatan riset di lingkungan kampus memerlukan dukungan berbagai pihak, baik dari sisi kebijakan, sumber daya manusia, maupun akses pembiayaan. Perencanaan yang baik, kapasitas peneliti, serta mekanisme transfer teknologi dan pengetahuan menjadi faktor penting agar penelitian dapat diadopsi oleh masyarakat.
Model riset yang berpusat pada kebutuhan warga juga menuntut adanya pergeseran budaya akademik menuju keterbukaan dan keterlibatan publik. Dalam praktiknya, hal ini berarti hasil studi disusun dengan bahasa yang mudah dipahami, disosialisasikan kepada pemangku kepentingan, dan diuji coba melalui program percontohan di tingkat komunitas.
Dengan mendorong perguruan tinggi untuk lebih intens melakukan penelitian berbasis kebutuhan warga, diharapkan kampus-kampus di Sumbawa mampu memainkan peran strategis dalam pembangunan daerah. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkaya peran akademisi sebagai mitra pembangunan yang mampu menghadirkan solusi konkret untuk tantangan lokal.
Foto terkait yang menggambarkan momentum tersebut tersedia sebagai bagian dari peliputan kegiatan.
Foto: ANTARA News






