BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Warta Bumi

Sungai Lokop di Aceh Timur Terubah Menjadi ‘Lautan Pasir’ Usai Banjir, Sebut Disparpora

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Sungai Lokop di Aceh Timur Terendam Pasir Usai Banjir

Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur melaporkan bahwa destinasi wisata Sungai Lokop mengalami perubahan kondisi setelah kejadian banjir. Menurut pernyataan instansi tersebut, aliran sungai kini dipenuhi endapan sehingga tampak seperti hamparan pasir yang luas.

Perubahan fisik pada kawasan Sungai Lokop yang disebutkan oleh Disparpora menggambarkan kondisi yang cukup berbeda dari fungsi sungai sebagai jalur air dan objek wisata. Istilah “lautan pasir” yang digunakan menekankan besarnya akumulasi material sedimen yang menutup sebagian atau seluruh area aliran sungai.

Foto yang beredar memperlihatkan pemandangan yang mendukung keterangan itu; permukaan yang sebelumnya merupakan aliran air kini didominasi oleh material pasir dan endapan lainnya. Gambar tersebut menjadi dokumen visual yang menggambarkan dampak terlihat pasca-banjir di lokasi wisata tersebut.

Sungai Lokop selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi yang menarik perhatian pengunjung. Kondisi yang berubah setelah banjir ini menunjukkan adanya pergeseran temporal pada fungsi ruang alam tersebut, setidaknya untuk sementara. Disparpora sendiri merupakan sumber informasi yang menyampaikan kondisi lapangan seperti telah disebutkan.

Peristiwa banjir dan akumulasi sedimen adalah fenomena alam yang bisa memengaruhi lanskap sungai. Dalam konteks yang dilaporkan, banjir tampaknya membawa material sedimen dalam jumlah besar sehingga menimbulkan permukaan pasir yang menutupi aliran. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pihak terkait karena memengaruhi visual dan aksesibilitas di kawasan wisata.

Gambaran visual dari lokasi yang terdampak memberikan gambaran jelas kepada publik mengenai besarnya perubahan yang terjadi. Foto yang menyertai laporan menunjukkan hamparan pasir di area yang biasa dilalui air, mempertegas uraian pihak berwenang mengenai kondisi aktual di lapangan.

Meski informasi utama yang disampaikan berkisar pada perubahan bentuk dan kondisi Sungai Lokop pasca-banjir, hal tersebut secara langsung berkaitan dengan kegiatan pariwisata di lokasi. Perubahan lanskap semacam ini umumnya berdampak pada pengalaman pengunjung dan pengelolaan destinasi, namun rincian langkah-langkah penanganan atau rencana pemulihan tidak tercantum dalam pernyataan singkat yang disampaikan oleh Disparpora.

Dokumentasi visual dan pernyataan resmi singkat dari Disparpora menjadi sumber utama informasi terkait kejadian ini. Masyarakat dan pihak berkepentingan yang mengikuti perkembangan lokasi wisata Sungai Lokop diimbau untuk melihat informasi resmi selanjutnya dari instansi terkait untuk mengetahui kondisi terkini dan potensi langkah penanganan di kawasan tersebut.

Catatan gambar: Foto yang menjadi ilustrasi laporan menampilkan kondisi Sungai Lokop yang dipenuhi endapan pasir, menggambarkan dampak banjir yang terjadi di kawasan destinasi wisata tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir

13 Januari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News

BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

13 Januari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

BMKG: Sejumlah Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang pada Rabu

13 Januari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

BKSDA Temukan Kembali Amorphophallus Titanum Mekar di Cagar Alam Palupuh

12 Januari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Tanah Longsor di Dukuh Semliro, Kudus: Tiga Rumah Warga Terkena Dampak

11 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi