H-1 Imlek: Volume Kendaraan Menuju Jakarta Melalui Tol Layang MBZ Naik 66 Persen Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 Tim SAR Banyuwangi Evakuasi Pendaki yang Terjatuh dan Mengalami Patah Kaki di Gunung Rante Umat Islam Malaysia Mulai Menjalankan Puasa Ramadhan 1447 H pada 19 Februari Konjen RI di Noumea: Peringatan 130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa Tekankan Pelestarian Budaya Menhub Dudy Purwagandhi: Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 Berpotensi Melebihi Perkiraan Survei

Nusantara

Tim SAR Banyuwangi Evakuasi Pendaki yang Terjatuh dan Mengalami Patah Kaki di Gunung Rante

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan di Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki yang mengalami kecelakaan di Gunung Rante. Pendaki tersebut dilaporkan terjatuh dan mengalami patah kaki, sehingga memerlukan penanganan dan evakuasi dari lokasi.

Peristiwa ini menuai respons cepat dari tim SAR gabungan yang bertugas di wilayah tersebut. Upaya evakuasi diarahkan untuk menjamin keselamatan korban dan membawa pendaki dari lokasi kecelakaan menuju titik yang lebih aman untuk tindakan lanjutan. Kondisi medan di Gunung Rante menjadi faktor yang harus diperhitungkan oleh tim saat melakukan operasi penyelamatan.

Evakuasi dilakukan oleh personel SAR gabungan yang mengerahkan sumber daya dan kemampuan mereka untuk mengevakuasi pendaki yang mengalami patah kaki. Langkah-langkah yang diambil bertujuan meminimalkan risiko cedera tambahan pada korban selama proses pemindahan dari area terpencil di gunung tersebut.

Insiden ini mengingatkan pentingnya kesiagaan dan koordinasi antarinstansi dalam operasi penyelamatan di kawasan pegunungan. Keberhasilan evakuasi menunjukkan peran aktif tim SAR setempat dalam merespons kejadian darurat yang menimpa para pendaki di wilayah Banyuwangi.

Foto terkait peristiwa ini memperlihatkan kondisi tim di lapangan saat menjalankan tugas evakuasi. Gambar tersebut menjadi dokumentasi dari upaya penyelamatan yang dilakukan di Gunung Rante dan memperlihatkan bagaimana tim bekerja di medan yang menantang.

Kasus kecelakaan pendaki seperti ini menyoroti sejumlah aspek keselamatan di area pendakian, termasuk kesiapan fisik, perlengkapan, dan pengetahuan tentang medan. Di sisi lain, keberadaan tim SAR gabungan berfungsi sebagai jaring pengaman ketika kecelakaan terjadi dan dibutuhkan intervensi profesional untuk mengevakuasi korban.

Sumber informasi menyebutkan bahwa tim SAR gabungan Banyuwangi secara efektif melaksanakan tugasnya dalam mengevakuasi pendaki yang mengalami patah kaki. Operasi semacam ini biasanya melibatkan langkah-langkah penilaian kondisi korban, stabilisasi medan, dan pemindahan ke lokasi yang dapat dijangkau kendaraan atau fasilitas medis lebih lanjut.

Peristiwa tersebut menjadi catatan terkini mengenai kegiatan SAR di kawasan pegunungan Banyuwangi dan menegaskan pentingnya koordinasi antar pihak terkait dalam menangani kecelakaan di alam terbuka. Keberhasilan evakuasi ini sekaligus menegaskan peran tim SAR gabungan dalam memberikan respons cepat dan terkoordinasi.

Gambar: https://img.antaranews.com/cache/800×533/2026/02/17/IMG-20260217-WA0080.jpg

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menhub Dudy Purwagandhi: Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 Berpotensi Melebihi Perkiraan Survei

17 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Imlek dan Ramadhan Berdekatan, Wali Kota Ambon Ajak Bangkitkan Kebersamaan

17 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

BGN Bali Lanjutkan Distribusi Paket Makan Bergizi Selama Bulan Puasa karena Mayoritas Siswa Beragama Hindu

17 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

BMKG NTB: Hilal Masih di Bawah Ufuk, Posisi -1,2 Derajat

17 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

TNI Selesaikan Pembangunan Jembatan Armco di Koto Malintang, Agam

17 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara