BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Nusantara

TNI AU Kerahkan RSAU dr. Dody Sardjoto untuk Bantu Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Makassar — TNI Angkatan Udara melalui Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin di Makassar mengerahkan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto untuk membantu proses identifikasi korban dari insiden yang melibatkan pesawat jenis ATR 42-500.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya bantuan yang diberikan oleh institusi TNI AU. Pengiriman tim medis dari RSAU dr. Dody Sardjoto menunjukkan keterlibatan unsur kesehatan militer dalam mendukung penanganan pasca-kecelakaan, khususnya pada tahapan identifikasi yang memerlukan keahlian dan fasilitas kesehatan yang memadai.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan, mobilisasi personel dan fasilitas dilakukan melalui Lanud Sultan Hasanuddin. Pengiriman tenaga dan fasilitas medis tersebut ditujukan untuk memperkuat proses identifikasi korban sehingga dapat membantu memastikan data korban secara akurat.

Penggunaan sumber daya TNI AU dalam bentuk RSAU menggarisbawahi peran institusi militer dalam memberikan dukungan teknis pada situasi darurat sipil yang memerlukan kemampuan medis khusus. Keterlibatan rumah sakit militer ini juga diharapkan dapat saling melengkapi dengan upaya dari pihak-pihak terkait lainnya yang tengah menangani insiden pesawat ATR 42-500.

Insiden yang menimpa pesawat ATR 42-500 memicu respons cepat dari berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, kehadiran RSAU dr. Dody Sardjoto di lapangan diharapkan mempercepat proses identifikasi sehingga keluarga korban dan otoritas yang berwenang dapat memperoleh kepastian mengenai identitas korban.

Pelibatan rumah sakit militer merupakan bagian dari standard prosedur ketika dibutuhkan dukungan medis intensif atau keahlian khusus dalam proses penanganan korban. Langkah ini biasanya melibatkan koordinasi antara unsur militer, lembaga terkait, dan penyelenggara penanganan darurat lainnya di lokasi kejadian.

Gambar terkait pelibatan tim medis dan aktivitas di lapangan menunjukkan upaya bergerak cepat untuk merespons kebutuhan proses identifikasi. Dokumentasi visual tersebut menjadi bagian dari kronologi penanganan setelah kecelakaan yang menimpa pesawat ATR 42-500.

Pihak TNI AU, melalui Lanud Sultan Hasanuddin, memastikan pengiriman RSAU dr. Dody Sardjoto berjalan sebagai bentuk dukungan profesional pada upaya identifikasi. Proses-proses yang dijalankan di lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta protokol yang berlaku dalam penanganan korban.

Situasi ini menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi ketika terjadi peristiwa darurat berisiko tinggi. Pelibatan rumah sakit militer menjadi salah satu upaya nyata yang dapat membantu mempercepat pemulihan data identitas korban sehingga proses lanjutan, baik untuk kepentingan keluarga korban maupun proses administrasi, dapat segera dilaksanakan.

Gambar: Aktivitas tim terkait penanganan pasca-kecelakaan pesawat ATR 42-500 (sumber foto: Antara/Nusantara).

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Satgas PRR Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Sinergi Antar Daerah

25 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Arus Balik H+3 Idul Fitri di Pelabuhan Ketapang: Ramai Namun Lancar

24 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

BPKH Fasilitasi Pemulangan 675 Warga Lampung ke Jawa Lewat Program Balik Kerja Bareng

23 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Perantau Malalo Targetkan Donasi Lebih dari Rp1 Miliar untuk Wilayah Terdampak Bencana

22 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Satlantas Polres Cimahi Terapkan Sistem Buka Tutup dan Satu Arah di Jalur Wisata Lembang

22 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara