Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana Polda Metro Jaya Tanggapi Kasus Mahasiswa yang Mencoret Hijab Polwan Pawai Ogoh-Ogoh Akan Meriahkan Perayaan Nyepi di Bundaran HI 19 Maret Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik

Tekno

Tongkol Jagung Diolah Jadi Panel ‘Eco-Cooler’, Solusi Daur Ulang dari UNG

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Tongkol Jagung Dimanfaatkan untuk Panel Eco-Cooler

Peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan inovasi berbasis bahan organik dengan menjadikan tongkol jagung sebagai komponen panel yang diberi nama “Eco-Cooler”. Inisiatif ini mengarah pada pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna yang berpotensi menunjang solusi pendinginan ramah lingkungan.

Latar Belakang dan Tujuan Pengembangan

Pemanfaatan tongkol jagung oleh tim peneliti UNG muncul sebagai upaya mengurangi tumpukan sisa pertanian sekaligus menawarkan alternatif material yang lebih bersahabat lingkungan dibandingkan bahan konvensional. Panel Eco-Cooler dirancang untuk menjadi bagian dari teknologi yang memprioritaskan aspek keberlanjutan dan efisiensi sumber daya.

Potensi dan Manfaat

Penerapan bahan organik seperti tongkol jagung pada panel pendingin berpotensi membawa beberapa manfaat, antara lain pengurangan limbah pertanian, penggunaan bahan terbarukan, serta kemungkinan menurunkan biaya produksi bila skala produksi dapat ditingkatkan. Selain itu, solusi ini diharapkan dapat membantu menyediakan opsi teknologi yang lebih hijau untuk kebutuhan pendinginan di berbagai sektor.

Aspek Teknis dan Tantangan

Meskipun gagasan pemanfaatan tongkol jagung menjanjikan, pengembangan material organik menjadi panel fungsional memerlukan penelitian lebih lanjut. Tantangan yang umum dihadapi meliputi proses pengolahan agar bahan tahan lama, kemampuan isolasi termal yang memadai, serta uji ketahanan pada kondisi lingkungan yang berbeda. Tim peneliti perlu melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan bahwa produk akhir memenuhi standar keamanan dan kinerja.

Peluang Pengembangan dan Kolaborasi

Inovasi yang berasal dari lingkungan akademik seperti UNG membuka peluang kolaborasi dengan sektor industri, pemerintah daerah, dan masyarakat tani. Kerja sama tersebut dapat mempercepat pengembangan teknologi, skala produksi, serta distribusi produk sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi petani melalui penyerapan limbah atau bahan baku lokal.

Langkah Selanjutnya

Untuk merealisasikan potensi Eco-Cooler, langkah selanjutnya yang umumnya diperlukan adalah pengujian prototipe secara menyeluruh, penerapan standar produksi, serta studi kelayakan komersial. Penerapan uji laboratorium dan lapangan akan membantu menentukan kualitas produk dan biaya produksi pada skala lebih besar.

Kesimpulan
Inisiatif pengembangan panel Eco-Cooler dari tongkol jagung oleh peneliti Universitas Negeri Gorontalo merupakan contoh pemikiran inovatif yang mengaitkan pengelolaan limbah pertanian dengan kebutuhan teknologi pendinginan ramah lingkungan. Meskipun masih memerlukan pengembangan teknis dan uji coba lanjutan, konsep ini menunjukkan arah alternatif untuk menciptakan produk berkelanjutan yang memanfaatkan sumber daya lokal.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UMRAH Resmikan Elang Laut 1, Kapal Riset Pertama untuk Perkuat Pendidikan Maritim

26 Februari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News

HKI Dorong JDA Semikonduktor dengan AS untuk Mempercepat Transformasi Teknologi

26 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Kioxia Bagikan Sampel Memori Flash Tertanam UFS 5.0 untuk Aplikasi Seluler Generasi Berikutnya

25 Februari 2026 - 20:30 WIB

Komunikasi Publik Berubah: Peran Netizen dan Ruang Digital dalam Demokrasi Indonesia

25 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

Museum Iptek di China Catat Lebih dari 3,5 Juta Pengunjung saat Liburan

24 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News
Trending di Tekno