BGN Tegaskan Insentif Rp6 Juta per Hari Dibagikan Merata untuk Tingkatkan Mutu MBG MediaTek dan Starlink Pamer Integrasi Komunikasi Satelit pada Perangkat Seluler di MWC 2026 Fadli Zon: Venice Biennale sebagai Sarana Promosi Budaya Indonesia di Kancah Dunia Diplomasi Proaktif Indonesia Meredam Eskalasi Konflik di Timur Tengah Aplikasi Trading Crypto di Indonesia Menyongsong Era “Digital Maturity” 2026 Tanpa Stephen Curry, Warriors Raih Kemenangan Tipis atas Rockets di Overtime

Ekonomi

Transaksi QRIS Cross Border di Malaysia Melonjak 685%, BI Kepri Catat Peningkatan Signifikan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Lonjakan Transaksi QRIS dalam Layanan Cross Border

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau melaporkan adanya peningkatan tajam pada transaksi QRIS Cross Border. Data yang disampaikan menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan di Malaysia, mencapai 685 persen, sementara secara keseluruhan pertumbuhan tercatat positif di tiga negara yang menjadi fokus pemantauan.

Informasi tersebut disampaikan dalam rilis yang dikutip ANTARA. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa penggunaan kanal pembayaran lintas batas melalui QRIS menunjukkan dinamika yang kuat, khususnya pada pasar yang berdekatan secara geografis dan hubungan ekonomi yang intens.

Fokus pada Tiga Negara

BI Kepulauan Riau menyebutkan bahwa pertumbuhan transaksi cross border tersebut terjadi di tiga negara, meskipun rincian lebih lanjut mengenai negara-negara lain selain Malaysia tidak dipaparkan secara terperinci dalam keterangannya. Namun, data persentase untuk Malaysia menonjol karena skala kenaikannya yang jauh di atas angka rata-rata.

Pejabat BI Kepri mengindikasikan bahwa perkembangan ini dipantau untuk melihat pola penggunaan, serta implikasinya terhadap arus transaksi lintas batas yang melibatkan wilayah Indonesia, khususnya di kawasan Kepulauan Riau yang letaknya strategis untuk aktivitas lintas negara.

Konsekuensi dan Pengamatan

Kenaikan transaksi QRIS Cross Border di Malaysia yang sangat besar dapat mencerminkan beberapa hal, antara lain meningkatnya minat pengguna terhadap opsi pembayaran digital lintas negara dan efektivitas infrastruktur pembayaran yang disediakan. BI Kepri mencatat pertumbuhan ini sebagai indikator positif, walau pihaknya juga terus mengamati perkembangan untuk memastikan stabilitas dan keamanan transaksi.

Pemantauan yang dilakukan BI Kepulauan Riau bertujuan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar kebijakan dan langkah-langkah koordinasi antar lembaga terkait. Dengan adanya lonjakan transaksi, otoritas cenderung menaruh perhatian pada aspek operasional, kepatuhan, dan perlindungan konsumen agar pertumbuhan tersebut berjalan berkelanjutan dan aman.

Posisi Kepulauan Riau

Kepulauan Riau sebagai wilayah yang berdekatan dengan negara tetangga memiliki peran penting dalam arus transaksi lintas batas. Laporan dari BI Kepri memperlihatkan bahwa perkembangan pembayaran digital di wilayah ini menjadi salah satu barometer untuk tren yang lebih luas di kawasan perbatasan.

Meskipun rincian lebih mendalam tidak diungkapkan dalam rilis awal yang dikutip ANTARA, data pertumbuhan ini membuka perhatian terhadap potensi perbaikan layanan dan penguatan koordinasi antarlembaga guna mendukung kelancaran pembayaran lintas negara di masa mendatang.

Sumber: ANTARA (mengutip pernyataan BI Kantor Perwakilan Kepulauan Riau)

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BGN Tegaskan Insentif Rp6 Juta per Hari Dibagikan Merata untuk Tingkatkan Mutu MBG

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Rupiah Dibuka Melemah 58 Poin di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

4 Maret 2026 - 12:30 WIB

ANTARA News

CPPCC Nyatakan Optimisme terhadap Prospek Ekonomi China

4 Maret 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

IHSG Melemah pada Rabu Pagi Imbas Mode ‘Risk-Off’ karena Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global

4 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

OJK Catat Investor Asing Lakukan Pembelian Bersih Rp0,36 Triliun pada Februari

3 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi