BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Ekonomi

Transaksi QRIS Cross Border di Malaysia Melonjak 685%, BI Kepri Catat Peningkatan Signifikan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Lonjakan Transaksi QRIS dalam Layanan Cross Border

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau melaporkan adanya peningkatan tajam pada transaksi QRIS Cross Border. Data yang disampaikan menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan di Malaysia, mencapai 685 persen, sementara secara keseluruhan pertumbuhan tercatat positif di tiga negara yang menjadi fokus pemantauan.

Informasi tersebut disampaikan dalam rilis yang dikutip ANTARA. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa penggunaan kanal pembayaran lintas batas melalui QRIS menunjukkan dinamika yang kuat, khususnya pada pasar yang berdekatan secara geografis dan hubungan ekonomi yang intens.

Fokus pada Tiga Negara

BI Kepulauan Riau menyebutkan bahwa pertumbuhan transaksi cross border tersebut terjadi di tiga negara, meskipun rincian lebih lanjut mengenai negara-negara lain selain Malaysia tidak dipaparkan secara terperinci dalam keterangannya. Namun, data persentase untuk Malaysia menonjol karena skala kenaikannya yang jauh di atas angka rata-rata.

Pejabat BI Kepri mengindikasikan bahwa perkembangan ini dipantau untuk melihat pola penggunaan, serta implikasinya terhadap arus transaksi lintas batas yang melibatkan wilayah Indonesia, khususnya di kawasan Kepulauan Riau yang letaknya strategis untuk aktivitas lintas negara.

Konsekuensi dan Pengamatan

Kenaikan transaksi QRIS Cross Border di Malaysia yang sangat besar dapat mencerminkan beberapa hal, antara lain meningkatnya minat pengguna terhadap opsi pembayaran digital lintas negara dan efektivitas infrastruktur pembayaran yang disediakan. BI Kepri mencatat pertumbuhan ini sebagai indikator positif, walau pihaknya juga terus mengamati perkembangan untuk memastikan stabilitas dan keamanan transaksi.

Pemantauan yang dilakukan BI Kepulauan Riau bertujuan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar kebijakan dan langkah-langkah koordinasi antar lembaga terkait. Dengan adanya lonjakan transaksi, otoritas cenderung menaruh perhatian pada aspek operasional, kepatuhan, dan perlindungan konsumen agar pertumbuhan tersebut berjalan berkelanjutan dan aman.

Posisi Kepulauan Riau

Kepulauan Riau sebagai wilayah yang berdekatan dengan negara tetangga memiliki peran penting dalam arus transaksi lintas batas. Laporan dari BI Kepri memperlihatkan bahwa perkembangan pembayaran digital di wilayah ini menjadi salah satu barometer untuk tren yang lebih luas di kawasan perbatasan.

Meskipun rincian lebih mendalam tidak diungkapkan dalam rilis awal yang dikutip ANTARA, data pertumbuhan ini membuka perhatian terhadap potensi perbaikan layanan dan penguatan koordinasi antarlembaga guna mendukung kelancaran pembayaran lintas negara di masa mendatang.

Sumber: ANTARA (mengutip pernyataan BI Kantor Perwakilan Kepulauan Riau)

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Interactive Brokers Buka Fasilitas Transfer Portofolio Kripto untuk Menekan Biaya dan Memperluas Akses Pasar

26 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Pegadaian Menguat, UBS Rp2,862 Juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 Juta/gr

26 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Rupiah Dapat Sentimen Positif dari Ekspektasi Gencatan Senjata AS–Iran

25 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis

25 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi