Undana dan SLC Bentuk Kerja Sama Riset Mobilitas Akademik Antarnegara
Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Saint Louis College (SLC) of San Fernando, Filipina, telah menjalin kerja sama untuk melakukan riset terkait mobilitas akademik antarnegara. Inisiatif ini menandai langkah kerjasama internasional kedua institusi dalam bidang penelitian pendidikan dan mobilitas sivitas akademika.
Ruang lingkup penelitian
Topik yang diangkat berfokus pada mobilitas akademik antarnegara, sebuah bidang kajian yang mencakup perpindahan mahasiswa, dosen, dan peneliti melintasi batas negara untuk tujuan belajar, mengajar, atau penelitian. Penelitian semacam ini biasanya menelaah faktor pendorong dan penghambat mobilitas, pola kolaborasi institusional, serta implikasinya terhadap pengembangan kapasitas akademik.
Manfaat kolaborasi
Kolaborasi riset antarperguruan tinggi dari dua negara berbeda diharapkan dapat memperkaya perspektif ilmiah melalui perbandingan kondisi, pengalaman, dan praktik di kedua institusi. Studi lintas-negara juga berpotensi menghasilkan data yang lebih representatif untuk memahami dinamika mobilitas akademik di kawasan regional.
Metode dan pendekatan penelitian
Dalam konteks umum, penelitian mobilitas akademik antarnegara dapat memakai berbagai metode, antara lain kajian literatur, survei, wawancara mendalam, studi kasus institusi, dan analisis kebijakan. Pendekatan multidisipliner sering digunakan untuk menangkap aspek sosial, budaya, kebijakan, dan ekonomi yang memengaruhi mobilitas akademik.
Signifikansi bagi pendidikan tinggi
Temuan dari riset semacam ini dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan di perguruan tinggi dan pemerintah mengenai cara meningkatkan kualitas dan akses mobilitas akademik, memperkuat jaringan penelitian, serta memperbaiki mekanisme kerja sama internasional. Selain itu, penelitian lintas-negara dapat membantu perguruan tinggi merancang program yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan peneliti.
Langkah ke depan
Kerja sama antara Undana dan SLC membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik. Keberlanjutan kolaborasi tersebut umumnya bergantung pada komitmen institusional, sumber daya, dan rencana penelitian yang jelas. Dengan dasar kerja sama riset ini, kedua pihak dapat membangun pondasi untuk kegiatan ilmiah yang lebih luas di masa mendatang.
Gambar terkait: dokumentasi kegiatan Universitas Nusa Cendana.
Foto: ANTARA News






