Wamendagri Tekankan Peran Kelembagaan Inovasi di Tingkat Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya pembentukan dan penguatan kelembagaan ekosistem inovasi pada level daerah sebagai langkah strategis untuk mengatasi tantangan ekonomi yang dikenal sebagai “middle income trap”. Pernyataan ini menempatkan inovasi daerah sebagai fokus kebijakan dalam upaya mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Apa yang Dimaksud dengan Kelembagaan Ekosistem Inovasi?
Istilah “kelembagaan ekosistem inovasi” merujuk pada struktur dan mekanisme yang memungkinkan munculnya ide-ide baru, pengembangan teknologi, dan penerapan solusi kreatif dalam berbagai sektor di tingkat lokal. Menurut pengamatan yang disampaikan, kehadiran kelembagaan yang kuat di daerah dinilai menjadi prasyarat agar inovasi dapat melahirkan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
Fokus pada Tingkat Daerah
Pernyataan Wamendagri menekankan bahwa upaya inovasi tidak cukup hanya dilakukan di pusat; penguatan kapasitas dan koordinasi di daerah menjadi langkah krusial. Tingkat daerah dianggap memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi potensi lokal, mendorong partisipasi pelaku usaha, serta menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program yang relevan secara kontekstual.
Hubungan dengan Upaya Mengatasi Middle Income Trap
Middle income trap menggambarkan situasi di mana sebuah negara atau wilayah mengalami kesulitan untuk melompat dari pendapatan menengah menjadi negara berpendapatan tinggi. Dalam kerangka yang disampaikan, inovasi di tingkat daerah dipandang sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan produktivitas, diversifikasi ekonomi, dan daya saing—semua elemen yang diperlukan untuk keluar dari jebakan tersebut.
Prinsip Pendekatan yang Diusulkan
Pendekatan yang disorot menempatkan kelembagaan sebagai fondasi: tanpa struktur yang jelas dan berkelanjutan, upaya inovasi cenderung bersifat sporadis dan kurang berdampak jangka panjang. Dengan kelembagaan yang kuat, proses inovasi dapat berlangsung lebih terkoordinasi, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, serta berkesinambungan sehingga mampu mendorong transformasi ekonomi di tingkat lokal.
Implikasi bagi Pemerintah Daerah dan Pemangku Kepentingan
Pernyataan ini mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas untuk mempertimbangkan peran bersama dalam membangun ekosistem yang mendukung pengembangan gagasan dan penerapan solusi. Penguatan kelembagaan menjadi pintu masuk agar kebijakan dan program inovasi dapat dirancang, dijalankan, dan dievaluasi secara lebih efektif.
Secara keseluruhan, penekanan pada kelembagaan ekosistem inovasi di tingkat daerah menandai dorongan kebijakan untuk melihat pembangunan ekonomi tidak hanya dari sudut peningkatan kapasitas fiskal atau infrastruktur fisik, tetapi juga dari aspek kelembagaan dan kapasitas lokal dalam menciptakan dan mengadopsi inovasi yang mampu menambah nilai ekonomi.
Foto: ANTARA News






