Wakil Presiden Turun Tangan untuk Anak-anak Korban Banjir
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka terlibat langsung dalam upaya pemulihan psikologis dan mental anak-anak yang terdampak banjir di Banjar. Kegiatan ini difokuskan pada kebutuhan emosional serta proses adaptasi anak pasca-bencana, dengan tujuan membantu mereka kembali merasakan rasa aman dan stabilitas setelah mengalami gangguan akibat banjir.
Intervensi yang dilakukan berorientasi pada pemulihan kondisi psikologis anak secara menyeluruh. Pendekatan yang diambil menitikberatkan pada kehadiran, komunikasi, dan pendampingan untuk meredakan kecemasan serta ketidakpastian yang mungkin dirasakan anak-anak setelah mengalami bencana banjir.
Prioritas pada Kesejahteraan Mental Anak
Pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak pascabencana menjadi salah satu fokus utama. Upaya pemulihan psikologis dinilai krusial agar dampak traumatis tidak berlanjut dan anak dapat melanjutkan kegiatan belajar dan bermain yang normal. Kegiatan pemulihan mental bagi anak-anak menjadi bagian dari respons yang lebih luas dalam menghadapi bencana, untuk memastikan mereka menerima dukungan yang memadai selain bantuan fisik.
Pendekatan yang dilakukan menekankan bahwa aspek emosional dan mental anak harus dipulihkan bersamaan dengan pemulihan kondisi fisik dan infrastruktur. Dengan menempatkan kebutuhan psikologis anak sebagai prioritas, diharapkan proses pemulihan jangka panjang akan lebih optimal dan anak-anak mampu pulih lebih cepat dari efek traumatis.
Peran Kepemimpinan dan Kepekaan Sosial
Kehadiran pimpinan negara di lokasi terdampak menandai perhatian serius terhadap sisi kemanusiaan dari respons bencana. Tindakan yang difokuskan pada pemulihan psikologis anak-anak menunjukkan upaya untuk menyentuh aspek yang seringkali kurang terlihat dalam tanggap darurat, yakni dukungan mental dan emosional bagi korban, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Dengan memprioritaskan pemulihan psikologis, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung proses penyembuhan emosional. Pendekatan ini juga menegaskan bahwa respons terhadap bencana tidak hanya terbatas pada penanganan fisik, tetapi juga meliputi rehabilitasi psikososial yang berkelanjutan.
Langkah-langkah Lanjutan
Menjaga keberlanjutan dukungan psikologis bagi anak-anak pascabencana menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Komitmen terhadap perbaikan kondisi mental akan memerlukan perhatian terus-menerus agar anak-anak dapat kembali beraktivitas normal dan berkembang secara sehat setelah mengalami kejadian yang mengganggu stabilitas emosional mereka.
Secara keseluruhan, keterlibatan wakil presiden dalam proses pemulihan psikologis anak-anak korban banjir di Banjar menegaskan prioritas pada kesejahteraan mental korban sebagai elemen penting dalam penanganan bencana. Upaya semacam ini diharapkan mampu memberi dampak positif jangka panjang bagi pemulihan komunitas terdampak.
Foto: ANTARA News






