Munggahan Jadi Momentum Pemulihan Sosial di Tapsel
Masyarakat di Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar kegiatan munggahan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, meski situasi masih berada dalam tahap pemulihan pascabencana. Kegiatan ini berlangsung sebagai bentuk tradisi lokal yang kerap dilakukan sebelum bulan puasa, sekaligus menjadi kesempatan berkumpul dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Bantuan dari Baznas RI
Dalam suasana tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI turut memberikan bantuan kepada masyarakat Tapsel dengan menyalurkan 10 ekor sapi. Penyaluran hewan tersebut adalah bagian dari upaya mendukung warga yang merayakan munggahan di tengah kondisi pascabencana.
Distribusi bantuan ini menjadi salah satu elemen yang membantu menyemarakkan perayaan menyambut Ramadhan bagi masyarakat setempat. Kehadiran dukungan dari lembaga sosial seperti Baznas memberikan tambahan sumber daya bagi masyarakat untuk melaksanakan tradisi keagamaan dan sosial yang telah lama dijalankan.
Makna Sosial dan Keagamaan
Kegiatan munggahan di Tapsel tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga sosial. Momen ini dimanfaatkan warga untuk saling bertemu, berbagi makanan, dan menunjukkan solidaritas. Dalam kondisi pascabencana, tradisi semacam ini dapat membantu memperkuat rasa kebersamaan dan memberikan suasana harapan bagi komunitas yang sedang memulihkan diri.
Pelaksanaan munggahan di tengah pemulihan pascabencana menunjukkan bagaimana tradisi lokal tetap dilestarikan dan menjadi bagian dari proses sosial untuk kembali menata kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang bersifat kolektif seperti ini seringkali menjadi pengingat pentingnya saling membantu di antara sesama warga.
Peran Lembaga dan Komunitas
Penyaluran 10 ekor sapi oleh Baznas RI mencerminkan keterlibatan lembaga filantropi dalam upaya mendukung masyarakat saat jelang Ramadhan, khususnya ketika kondisi komunitas masih terbebani akibat peristiwa bencana. Bantuan semacam ini menjadi salah satu bentuk respons sosial yang berkontribusi pada pelaksanaan tradisi keagamaan di tingkat lokal.
Pendekatan kolaboratif antara warga dan lembaga sosial dapat mempercepat proses pemulihan non-fisik, seperti pemulihan rasa aman dan normalitas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks munggahan, bantuan dari pihak luar dipakai untuk melengkapi usaha komunitas menggelar kegiatan yang bermakna bagi banyak keluarga.
Harapan untuk Ramadhan
Dengan digelarnya munggahan dan adanya bantuan yang menyertai, masyarakat Tapsel berharap dapat memasuki bulan suci Ramadhan dengan semangat baru meskipun beberapa waktu sebelumnya mengalami musibah. Tradisi dan dukungan yang terjalin menjadi modal sosial bagi komunitas untuk melanjutkan kegiatan keagamaan dan sosial secara kolektif.

Foto: ANTARA News






