Polrestabes Bandung Dalami Kasus Kematian Siswa SMAN 5 Bandung di Cihampelas Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi 17–18 Maret KCNA Laporkan Sub‑Unit Artileri Jarak Jauh Korut Gelar Uji Coba Ultrapresisi 13 Penumpang Dievakuasi dari Kapal Rusak di Perairan Pulau Karang Beras Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang Bahlil Dorong Penguatan Kerja Sama Energi di Kawasan Indo-Pasifik

Humaniora

Yenny Wahid Tegaskan Gus Dur Memiliki Sikap Hormat terhadap Perempuan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Yenny Wahid Tekankan Penghormatan Gus Dur kepada Perempuan

Zannuba Ariffah Chafsoh, yang lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid, menegaskan bahwa ayahnya, Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menunjukkan sikap hormat terhadap perempuan. Pernyataan itu disampaikan sebagai penegasan mengenai bagaimana sosok Gus Dur dipahami dalam konteks hubungan antara tokoh publik dan kaum perempuan.

Identitas dan sudut pandang

Yenny Wahid, sebagai putri dari Gus Dur, menyampaikan pandangannya mengenai sifat dan perilaku sang ayah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghormatan terhadap perempuan adalah bagian dari citra atau warisan yang melekat pada Gus Dur.

Makna penghormatan dalam konteks publik

Dalam keterangan yang disampaikan Yenny, penghormatan yang dimaksud merujuk pada sikap dan perlakuan yang menunjukkan penghargaan terhadap posisi perempuan di berbagai ranah kehidupan. Penegasan ini membuka ruang untuk memahami bagaimana figur publik seperti Gus Dur dilihat dari sisi nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan antar-gender.

Warisan nilai

Pernyataan Yenny juga menggarisbawahi pentingnya menjaga dan meneruskan nilai-nilai yang dipandang baik oleh keluarga maupun masyarakat. Dengan menekankan bahwa Gus Dur menghormati perempuan, Yenny memberi penekanan pada aspek moral dan etika yang menjadi bagian dari warisan keluarga serta pengaruh sosial yang mungkin masih dirasakan hingga kini.

Resonansi di masyarakat

Penegasan semacam itu cenderung mendapat perhatian karena menyentuh soal representasi tokoh publik dalam narasi sejarah dan kehidupan berbangsa. Sosok pemimpin yang dipandang menghargai perempuan menjadi bagian dari diskursus yang lebih luas tentang kesetaraan, penghormatan, dan tempat perempuan dalam ruang publik.

Pesan dan implikasi

Meskipun pernyataan ini berangkat dari perspektif keluarga, pesan yang disampaikan memiliki implikasi sosial: yakni pentingnya menilai kembali dan mewariskan sikap-sikap saling menghormati serta menghargai peran perempuan. Penegasan Yenny menjadi pengingat akan nilai-nilai tersebut dalam konteks publik dan keluarga.

Gambar terkait artikel ini memperlihatkan Yenny Wahid dan menjadi ilustrasi yang menguatkan konteks pernyataan tentang penghormatan terhadap perempuan oleh sosok yang dimaksud.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Produksi Kue Kering Menyambut Lebaran

15 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Pemprov DKI Tetapkan 16 Objek Sebagai Cagar Budaya pada 2025

14 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Sumbar Ajukan Proposal Pusat Kebudayaan Ranah Minang Senilai Rp382 Miliar

14 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Kemenhaj Perkuat Regulasi Haji Inklusif untuk Lansia dan Perempuan

14 Maret 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Plan Indonesia Salurkan Bantuan Tunai MPCA untuk 3.400 Keluarga di Aceh

13 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora